HUBUNGAN LAMA PEMAPARAN SENYAWA ANILINE DENGAN KADAR METHAEMOGLOBINE DARAH PADA TENAGA KERJA YANG BEKERJA DI RUANG CETAK PERCETAKAN NEGERI YOGYAKARTA

BUDIYANTO, ARIF (1996) HUBUNGAN LAMA PEMAPARAN SENYAWA ANILINE DENGAN KADAR METHAEMOGLOBINE DARAH PADA TENAGA KERJA YANG BEKERJA DI RUANG CETAK PERCETAKAN NEGERI YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
13Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Bahan pokok didalam industri percetakan adalah kertas dan tinta cetak. Tinta cetak mengandung senyawa aniline sebagai salah satu komponen zat warna. Salah satu efek yang ditimbulkan dari pemaparan senyawa aniline dalam tubuh manusia adalah mengoksidasi hemoglobine menjadi Methaemoglobine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemaparan senyawa aniline dengan kadar Methaemoglobine darah pada tenaga kerja yang bekerja di ruang cetak percetakan negeri Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Analisa dara dengan menggunakan Uji korelasi Produk Moment dari Pearson. Dalam penelitian ini diambil sampel total populasi tenaga kerja percetakan yang bekerja di ruang cetak dan mengoperasikan mesin cetak, yaitu sebanyak 20 orang, dengan dilakukan pemeriksaan kadar Methaemoglobine darah di laboratorium. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tinta cetak yang digunakan di percetakan negeri Yogyakarta mengandung senyawa aniline. Dan dari pemeriksaan pendahuluan terhadap kadar haemoglobine darah pada tenaga kerja yang bekerja di ruang cetak percetakan negeri Yogyakarta menunjukkan adanya penurunan kadar haemoglobine darah. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, semua tenaga kerja yang bekerja di ruang cetak positif mengandung Methaemoglobine diatas kadar normal, dan kadar Methaemoglobine nya berkisar Antenatal 44-68 gram %. Berdasarkan perhitungan Korelasi terbukti ada hubungan yang bermakna Antenatal lama pemaparan senyawa aniline dengan kadar Methaemoglobine darah (r=0,5291 dan p=0,164). Tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kadar Methaemoglobine darah, hanya menunjukkan ada trend hubungan antara status gizi dengan kadar Methaemoglobine .(r = -0,43174 dan p=0,0573). Tidak ada hubungan yang bermakna antara variasi umur dengan kadar Methaemoglobine darah (r = 0,3077 dan p = 0,1869). Serta ada hubungan yang bermakna antara kadr haemoglobine dengan kadar Methaemoglobine darah (r = -0,79099 dan p = 0,00003). Dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja dan menjamin keselamatan krja tenaga kerja yang bekerja di ruang cetak percetakan negeri Yogyakarta, perlu diupayakan pemakaian alat pelindung diri (masker dan sarung tangan) pada waktu bekerja, menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan kerja serta mengfungsikan sirkulasi udara/ventilasi yang ada, dan peningkatan status kesehatan tenaga kerja tersebut. Untuk lebih mendukung hasil penelitian ini yaitu bahwa ada hubungan antara lama pemaparan senyawa aniline dengan kadar Methaemoglobine darah pada tenaga kerja di ruang vetak, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel/ populsi yang lebih besar. Kata Kunci: METHAEMOGLOBINE DARAH

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:8901
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:21 Apr 2010 14:22
Last Modified:21 Apr 2010 14:22

Repository Staff Only: item control page