Penilaian Kinerja Saham Yang Membentuk Portofolio Berdasar Prediksi Variabel Fundamental : Studi Saham-saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar pada BEJ

Utami, Yuni (2003) Penilaian Kinerja Saham Yang Membentuk Portofolio Berdasar Prediksi Variabel Fundamental : Studi Saham-saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar pada BEJ. Masters thesis, Magister Manajemen.

[img]
Preview
PDF
1900Kb

Abstract

ABSTRACT Portfolio in capital market context resembles financial assets of combination of several shares invested by the investor in order to obtain optimal return with a minimum risk.The general load of minimun risk in portfolio each securities for return are not perfect and positive corelation (Jogiyanto,2000;143). The selected shares are shares with ultimate performance or out perform. One of the mathematics model employed to obtain out perform shares is by fimdamental financial variable prediction. The aim of this study is to acquire empirical evidence from the performance of each share that can be positively predicted by fundamental variable, and to measure how big is the influence of each variable. Populations in this study are manufacture shares listed at BEJ during 1996 — 2000 for as much as 134 company. Samples for this study are 117 selected company from population. Research data is obtained at Capital Market Directory and JSX Monthly Statistic. conomic variables in predicting the performance of every share. The entire model in this research is analyzed using logistic regression. This technique shows that the only variable that can predict an out perform share is cash flow variable. It has profitability level of 0,0861 and significance level a at 10%. However, the remain five variables such as Closing Price, Earning Per Share (EPS), Return On Asset (ROA), Price Earning ratio (PER) and Price to Book Value (PBV) have profitability levels of 0,1776; 0,1428; 0,1020; 0,1617 and 0,2809, respectively, are not significant at a 10%, thus cannot predict an outperform share. From classification matrix with 50% cut off this model can result overal classification value of 71,79%, which shows that the model is acceptable. Recommendation for future research is that investor should not only apply microeconomic variable but also considering the macroeconomic variable and non economic variables in predicting the performance of every share ABSTRAKSI Portofolio dalam konteks pasar modal adalah aktiva finansial yang berupa kombinasi dari beberapa saham yang diivestasikan oleh investor guna memperoleh return yang optimal dan tingkat resiko yang minimal. Persaratan utama untuk mengurangi besamya resiko dalam portofolio ialah dengan melihat besamya tingkat return untuk masing-masing securitas tidak berkorelasi secara positif dan sempurna (Jogiyanto,2000;143). Saham yang dipilih adalah sahamsaham yang mempunyai kinerja unggul. Salah satu model perhitungan matematis untuk mendapatkan saham yang berkinerja unggul (out perform) adalah melalui hasil prediksi variabel fundamental keuangan. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk mendapatkan bukti empiris dari kinerja tiap-tiap saham yang mampu diprediksikan secara positif oleh variabel fundamental dan seberapa besar pengaruh yang dari masing-masing variabel tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah saham-saham manufaktur yang terdaftar di BEJ selama periode1996 sampai dengan 2000 sebanyak 134 perusahaan. Sampel yang terpilih sebanyak 117 perusahaan. Data penelitian diperoleh dari Capital Market Directory clan JSX Monthly Statistic. Secara keseluruhan model dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan analisa regresi logistik. Teknik ini menunjukkan hasil hanya satu variabel, yaitu cash flow, yang mampu memprediksi kinerja saham yang bersifat outperform. Variable ini mempunyai mempunyai tingkat profitabilitas 0,0861 dan signifikan pada a 10%. Sedangkan kelima variabel yaitu Closing Price, earning Per Share (EPS), Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) yang mempunyai tingkat profitabilitas 0,1776; 0,1428; 0,1020; 0,1617 dan 0,2809 tidak signifikan pada a 10%, sehingga tidak mampu memprediksi kinerja saham yang bersifat outperform. Adapun dilihat dari matrik klasifikasi dengan cut off 50%, model ini menghasilkan nilai overall classification sebesar 71,79 % yang menandakan bahwa model dapat diterima. Saran untuk penelitian yang akan datang adalah investor sebaiknya tidak hanya menggunakan variabel mikro ekonomi tapi juga mempertimbangkan variabel makro ekonomi dan non ekonomi memprediksi kinerja tiap-tiap saham.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:8892
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:21 Apr 2010 17:02
Last Modified:21 Apr 2010 17:02

Repository Staff Only: item control page