Faktor-Faktor Lingkungan dan Perilaku Yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Bangka Barat

Nasrin, Nasrin (2009) Faktor-Faktor Lingkungan dan Perilaku Yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Bangka Barat. Masters thesis, Master in Environmental Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
13Kb

Abstract

Filariasis merupakan suatu penyakit endemis di Indonesia. Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu daerah endemis filariasis. Pada tahun 2007 didapat 36 kasus kronis filariasis. Hal ini sangat dimungkinkan oleh berbagai faktor lingkungan yang banyak terdapat rawa dan kolam /lobang pasca galian timah dan digenangi air serta ditumbuhi oleh tanaman air. Faktor lain selain dari faktor lingkungan adalah faktor sosial, ekonomi dan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor risiko lingkungan fisik (genangan air), lingkungan biologi ( tanaman air, ikan predator), Lingkungan sosial ekonomi (pekerjaan, pendidikan dan penghasilan) dan faktor perilaku (kebiasasaan keluar malam hari, kebiasaan menggunakan baju pelindung diri dari gigitan nyamuk) yang berpengaruh terhadap kejadian filariasis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Kasus adalah penduduk yang menderita filariasis dan kontrol adalah penduduk yang tidak menderita filariasis. Jumlah kasus dan kontrol adalah 64. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis dilakukan secara bivariat dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Analisis Bivariat menunjukkan bahwa dari 17 (tujuh belas) variabel yang dianalisis terdapat 7 variabel yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian filariasis di Kabupaten Bangka Barat, yaitu : Jenis Pekerjaan Responden (OR = 3,695, CI 95% = 1,128 – 2,105), Tingkat Penghasilan Responden (OR = 4,200, CI 95% =1,287 -13,703), Keberadaan Rawa (OR = 3,151, CI 95% = 1,061 – 9,357), Penggunaan Anti Nyamuk (OR =5,063, CI 95% = 1,255 - 20,424), Pengetahuan Responden Tentang Gejala Filariasis (OR = 4,259, CI 95% = 1,488 – 12,192), Pengetahuan Responden Tentang Penularan Filariasis (OR =3,571, CI 95% =1,204 -10,596 ) dan Pengetahuan Responden Tentang Pencegahan Filariasis (OR = 3,735, CI 95% =1,314 - 10,618 ). Penggunaan anti nyamuk merupakan faktor risiko yang paling dominan untuk terjadinya penularan filariasis. Masyarakat disarankan menggunakan kelambu atau anti nyamuk sewaktu tidur, memakai pelindung diri (baju dan celana panjang) waktu keluar rumah pada malam hari. Perlu adanya tindakan penyuluhan dan penyebarluasan informasi tentang filariasis dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Health
ID Code:8868
Deposited By:prodi magister kesehatan lingkungan
Deposited On:21 Apr 2010 10:47
Last Modified:21 Apr 2010 10:47

Repository Staff Only: item control page