Analisis Karakteristik Lingkungan pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak Tahun 2009

Bina , Ikawati (2009) Analisis Karakteristik Lingkungan pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak Tahun 2009. Masters thesis, Master in Environmental Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
21Kb

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan menular kepada manusia lewat kontak dengan urin hewan dan lingkungan yang terkontaminasi. Di Kabupaten Demak kasus leptospirosis cenderung meningkat dalam 4 tahun terakhir. Pada tahun 2008 sampai tanggal 15 April terdapat 62 kasus leptospirosis dengan 6 kematian.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lingkungan pada kejadian leptospirosis di Kabupaten Demak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi case control dengan 44 sampel kasus yang diambil dari data leptospirosis di Kabupaten Demak dan 44 sampel kontrol yang diambil dari populasi kasus dengan kriteria inklusi umur dan jenis kelamin. Penegakan kontrol dilakukan melalui diagnosis klinis dan pemeriksaan sediaan darah dengan leptotek dri dot bagi yang bersedia diambil. Data dianalisis dengan uji chi square dengan α=5%. Pada variabel yang menunjukkan nilai p <0,25 dilanjutkan dengan uji multivariat Regresi Logistik metoda Backward Likehood Ratio untuk melihat besar peranan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 responden kontrol dengan diagnosis klinis tidak terdapat gejala klinis leptospirosis, namun dari hasil pemeriksaan leptotek positif menderita leptospirosis. 10 kelompok kasus dan 10 kontrol positif tidak diikutkan dalam analisis statistik. Secara univariat kelompok kasus dan kelompok kontrol mempunyai faktor risiko lingkungan serta pengetahuan, sikap dan perilaku yang hampir sama. Analisis secara bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel karakteristik lingkungan dengan kejadian leptospirosis. Sampel air dari anak sungai di Kecamatan Bonang positif bakteri Leptospira sp. Keberhasilan penangkapan tikus pada empat lokasi penangkapan berkisar antara 8,7%-29,8%. Meskipun secara statistik faktor lingkungan dan PSP menunjukkan tidak berhubungan dengan kejadian leptospirosis, namun dari deteksi leptospira pada air, banyaknya genangan air dan kepadatan tikus yang tinggi sangat memungkinkan terjadinya penularan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Health
ID Code:8837
Deposited By:prodi magister kesehatan lingkungan
Deposited On:21 Apr 2010 10:19
Last Modified:21 Apr 2010 10:19

Repository Staff Only: item control page