Analisis Spasial Faktor Risiko Lingkungan Pada Kejadian Leptospirosis di Kota Semarang (Sebagai Sistem Kewaspadaan Dini)

Asyhar, Tunissea (2009) Analisis Spasial Faktor Risiko Lingkungan Pada Kejadian Leptospirosis di Kota Semarang (Sebagai Sistem Kewaspadaan Dini). Masters thesis, Master in Environmental Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
11Kb

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan menular kepada manusia lewat kontak dengan urine hewan dan lingkungan yang terkontaminasi. Kota Semarang merupakan daerah dengan kejadian Leptospirosis selama tiga tahun terakhir. Pada bulan Juli sampai November 2008 terdapat 34 kejadian Leptospirosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan distribusi kejadian Leptospirosis dan menganalisis faktor risiko lingkungannya secara spasial agar dihasilkan informasi surveilans sebagai sistem kewaspadaan dini pengendalian kejadian Leptospirosis. Penelitian ini merupakan penelitian terapan tipe deskriptif analitik dengan menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan lingkungan abiotik yang terdiri dari : indeks curah hujan, suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya, pH air, pH tanah, badan air alami, riwayat banjir dan rob tidak menunjukkan sebagai faktor risiko kejadian Leptospirosis di lokasi penelitian. Pemetaan lingkungan biotik yang terdiri dari : vegetasi, keberhasilan penangkapan (trap succes) dan prevalensi leptospirosis pada tikus menunjukkan salah satu variabelnya yaitu prevalensi leptospirosis pada tikus ( r = 0,69, 95 % CI, p < 0,05) sebagai faktor risiko lingkungan kejadian Leptospirosis di lokasi penelitian. Analisis spasial penentuan tingkat kerawanan terhadap lingkungan abiotik menunjukkan 64,71 % kejadian leptospirosis terjadi di lokasi yang tidak rawan dan 35,29 % kejadian leptospirosis di lokasi potensial, dengan demikian faktor risiko lingkungan abiotik secara kolektif bukan merupakan faktor yang berperan utama terhadap kejadian Leptospirosis. Analisis spasial penentuan tingkat kerawanan terhadap lingkungan biotik menunjukkan 67,65 % kejadian Leptospirosis terjadi di lokasi yang potensial dan 32,35 % kejadian leptospirosis di lokasi yang tidak rawan, dengan demikian faktor risiko lingkungan biotik secara kolektif merupakan faktor yang berperan terhadap kejadian Leptospirosis

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Health
ID Code:8831
Deposited By:prodi magister kesehatan lingkungan
Deposited On:21 Apr 2010 09:44
Last Modified:21 Apr 2010 09:44

Repository Staff Only: item control page