ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS UDARA DALAM RUMAH DAN PRAKTEK KELUARGA DENGAN FREKUENSI SERANGAN ASMA PADA PENDERITA ASMA ANAK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Agung , Prasetyo Cahyo Wicaksono (2009) ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS UDARA DALAM RUMAH DAN PRAKTEK KELUARGA DENGAN FREKUENSI SERANGAN ASMA PADA PENDERITA ASMA ANAK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Masters thesis, Master in Environmental Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
15Kb

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), jumlah penderita asma di dunia diperkirakan terus bertambah sebanyak 180.000 orang setiap tahunnya dan meningkat hingga 400.000.000 orang pada tahun 2005. Hasil survei di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang dan Denpasar menunjukkan prevalensi asma pada anak berkisar antara 3,7% - 16,4%. Peningkatan penderita asma pada anak disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang asma dan tatalaksananya. Di banyak tempat di dunia, asma anak masih banyak yang underdiagnosed dan undertreatment. Selain itu masalah lingkungan yang diperkuat dengan hasil penelitian United States Environmental Protection Agency (USA EPA) menyatakan bahwa lingkungan dapat menyebabkan terjadinya serangan asma dan bila tidak ada upaya menegakkan pengendalian terhadap faktor pemicu dan penyebab serangan asma maka akan meningkatkan frekuensi serangan asma. Sampel yang diambil merupakan pasien anak penderita asma rawat jalan maupun rawat inap di RSUP Dr. Sardjito sebanyak 92 dari 104 responden yang bersedia menjadi subyek penelitian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional dengan survei analitik. Pada rancangan penelitian ini, data yang berkaitan dengan variabel bebas meliputi kualitas udara dan praktek keluarga serta variabel terikat adalah frekuensi serangan asma. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna pada variabel penggunaan karpet di dalam kamar yang berpotensi sebagai sumber alergen (p= 0,000; RP= 1,989; 95%CI= 1,492-2,651), keberadaan hewan berbulu (p= 0,011; RP= 1,675; 95%CI= 1,219-2,302), keberadaan perokok di dalam rumah (p= 0,006; RP= 1,713; 95%CI= 1,197-2,452) sedangkan hasil analisis multivariat dengan metode regresi logistik ganda menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas yang berpengaruh terhadap frekuensi serangan asma adalah suhu udara dalam kamar (p=0,032; OR=0,206; 95%CI=0,049-0,873), penggunaan karpet dalam kamar (p=0,0011; OR=9,481; 95%CI=1,689-53,208), penggunaan peralatan berbahan volatile organic compound (p<0,001; OR=0,062; 95%CI=0,014-0,274), dan keberadaan perokok di dalam rumah (p=0,017;OR= 4,350; 95%CI=1,294-14,628.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Health
ID Code:8824
Deposited By:prodi magister kesehatan lingkungan
Deposited On:21 Apr 2010 09:34
Last Modified:21 Apr 2010 09:34

Repository Staff Only: item control page