FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEK KRONIS KERACUNAN PESTISIDA ORGANOFOSFAT PADA PETANI SAYURAN DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG

Prihadi, Prihadi (2008) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEK KRONIS KERACUNAN PESTISIDA ORGANOFOSFAT PADA PETANI SAYURAN DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG. Masters thesis, Master in Environmental Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
8Kb

Abstract

Pestisida adalah bahan yang beracun dan berbahaya. Pestisida tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesejahteraan manusia dan lingkungan. Dampak negatif tersebut akan menimbulkan berbagai masalah baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kesehatan. Keracunan pestisida dapat ditemukan dengan jalan memeriksa aktifitas kholinesterase darah. Faktor yang berpengaruh terjadinya keracunan pestisida adalah faktor dari dalam tubuh dan dari luar tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan kholinesterase darah pada petani di Kabupaten Magelang pada tahun 2006 dengan jumlah sampel yang diperiksa 550 orang menunjukkan keracunan 99,8 % dengan rincian keracunan berat 18,2%; keracunan sedang 72,73% dan keracunan ringan 8,9%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan efek kronis keracunan pestisida organofosfat pada peani sayuran di Kecamatan Ngablak. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi petani sayuran di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, jumlah sampel 68 orang. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan kholinesterase, kadar Hb dan wawancara dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p=0,017), penggunaan APD (p=0,000), pemakaian dosis (p=0,000), arah angin (p=0,000), praktek penanganan pestisida (p=0,000), waktu penyemprotan (p=0,000) dengan kejadian keracunan pestisida organofosfat dan ada hubungan bermakna antara kejadian keracunan pestisida dengan anemia darah (p=0,033). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah petani sayuran yang mengalami keracunan sebesar 76,47%. Untuk menghindari keracunan pestisida, disarankan setiap melakukan penyemprotan agar memakai alat pelindung diri, memperhatikan tiupan arah angin, pemakaian dosis yang tepat dan waktu penyemprotan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Health
ID Code:8790
Deposited By:prodi magister kesehatan lingkungan
Deposited On:20 Apr 2010 13:11
Last Modified:20 Apr 2010 13:11

Repository Staff Only: item control page