IMPLEMENTASI KODE INTERNASIONAL MANAJEMEN KESELAMATAN (ISM CODE) DALAM PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT PADA KAPAL TANKER PERTAMINA DI PELABUHAN PANJANG PROVINSI LAMPUNG

THAMRIN, THAMRIN (2001) IMPLEMENTASI KODE INTERNASIONAL MANAJEMEN KESELAMATAN (ISM CODE) DALAM PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT PADA KAPAL TANKER PERTAMINA DI PELABUHAN PANJANG PROVINSI LAMPUNG. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
13Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Kecelakaan di kapal lalut bisa terjadi karena kesalahan manusia, teknis serta keadaan alam seperi angin taufan dan gelomban besar. Kecelakaan kapal laut dapat terjadi setiap saat danpada setiap kapal, tak terkecuali kapal tanker, baik dalam pelayaran sedang berlabuh, maupun pada saat melakukan bongkar muat di BBM di pelabuha, karenanya program penanggulangan keadaan darurat di kapal tanker harus dipersiapkan sebelum kecelakaan terjadi dan kecelakaan yang terjadi di kapal tanker dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian perlu diketahui bagaimana implementasi system menajemen keselamatan (ISM Code) dalam penanggulangan keadaan darurat pada kapal tanker. Penelitian bertujuan untuk memperloha gambaran implementasi ISM code dalam penanggulangan keadaan darurat untuk keselamatan juwa awak akapl dan pencegaahn terjadinya pencemaran lingkungan laut pada kapal tanker PERTAMINA di pelabuhan Panjang Provinsi Lampung. Elemen yang diteliti adalah rencana penanggulangan keadaan darurat yang ada di kapal, kesiapan awak kapal untuk menanggulangi keadaan darurat dan sarana keselamatan yang ada di kapal. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan observasional dan perbandingan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data yang telah dikumpulkan dan disusun kemudian dianalisa dengan cra membandingkan dengan peraturan yang berlaku yaitu ISM code dan SOLAS. Hasil penelitian menunjukkan rencana penanggulangn keadaan darurat untuk menghadapi kecelakaan lalur atau keadaan darurat telah dipersiapkan oleh kapal tanker MT. KURAU JAKARTA/P-59. rencana tersebut dilaksanakan sesuai dengan kebijakan manajemen keselamtan yang dikeluarkan Direktorat Hilir bidang Perkapalan PERTAMINA yang diaplikasikan dalam bentuk 15 latihan disebut “peran keadaan darurat”. Latihan tersebut dilakukan secara rutin dan bergantian tiap satu minggu (latihan meninggalkan kapal, pemadaman kebakaran, SOLAS training, bunkering, kemudi darurat, tumpahan minyak, gangguan motor induk, serta gangguan sumbatan dan gangguan tenaga listrik, hal tersebut sesuai denga peraturan yang berlaku. Saran keselamatan jiwa yang ada di kapal juga sudah baik dan sesuai dengan peratauran yang berlakuk. Sedangkan untuk alat-alat penolong keselamatan jiwa seperti sekoci penolong, dan jaket penolong telah disiapkan sesuai dengan jumlah awak kapal yang ada. Disarankan agar mekanisme perencanaan penanggulangan darurat yang sudah berlangsungde baik selama ini tetap dipertahankan, dengan memperhatiakn masukan-masukan bagi dari nakhoda maupun awak kapal lainnya. Disarankan pula mengukur efektifitas program latihan dan latihan yang dilakukan di kapal MT. KURAU, serta perlunya dilakukan komunikasi efektif dan berkelanjutan antara pihak kapal dengan pihak darat PERTAMINA untuk mengevaluasi kebijakan manajemen keselamatan yang dilaksanakan selama ini. Kata Kunci: IMPLEMENTASI, ISM CODE, KEADAAN DARURAT, KAPAL TANKER

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:8635
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:16 Apr 2010 09:16
Last Modified:16 Apr 2010 09:16

Repository Staff Only: item control page