BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN SKRINING INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) OLEH WANITA PEKERJA SEKS (WPS) RESOSIALISASI ARGOREJO DI KLINIK GRIYA ASA PKBI KOTA SEMARANG

TRIASTUTI, AKYUNING (2004) BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN SKRINING INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) OLEH WANITA PEKERJA SEKS (WPS) RESOSIALISASI ARGOREJO DI KLINIK GRIYA ASA PKBI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
34Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Insiden penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) dibanyak negara mengalami peningkatan. Sampai saat ini, rangking pertama penularan HIV/AIDS adalah melalui hubungan seksual, maka Wanita Pekerja Seks (WPS) merupakan salah satu kelompok berisiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS. Temapat Resosialisasi terbesar bagi para WPS di Kota Semarang adalah Resosialisasi Argorejo, disana terdapat Klinik Griya ASA PKBI dan salah satu kegiatannya adalah memberikan pelayanan skrining IMS kepada para WPS Argorejo. Namun ternyata realisasi cakupan skrining IMS belum sesuai dengan target, sehingga ingin diketahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemanfaatan skrining IMS oleh Para WPS Resosialisasi Argorejo di Klinik Griya ASA PKBI Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah explanatory survey dengan desain Cross Sectional. Sampel adalah WPS Resosialisasi Argorejo yang sudah lebih dari setahun bekerja dan tinggal di Resosialisasi tersebut yang berjumlah 82 orang. Sampel diambil secara purposive sampling. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis statistik. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis deskriptif yaitu 81,7% responden berumur dewasa, 52,4% responden berpendidikan formal tamat SD, 50,0% responden berpendapatan rendah, 76,8% responden mempunyai tingkat pengetahuan yang baik, 86,6% responden mempunyai sikap yang baik terhadap IMS, HIV/AIDS dan pelayanan skrining IMS, 74,4% responden membutuhkan pelayanan skrining, 75,6% responden masih kurang dalam pemanfaatan pelayanan skrining IMS. Sedangkan hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap dan kebutuhan dengan pemanfaatan pelayanan skrining IMS. Disarankan Klinik Griya ASA PKBI mencari tahu pola pulang kampung para WPS sehingga dapat dicari cara yang paling tepat agar kegiatan pelayanan skrining IMS tetap dapat dilaksanakan secara rutin bagi semua WPS, menjadikan beberapa WPS yang telah rutin dalam memanfaatkan pelayanan skrining IMS sebagai koordinator bagi rekan-rekannya, melakukan pencarian kasus secara aktif langsung kepada sasaran, serta perlunya diadakan penelitian sejenis dengan menelitia faktor-faktor lain yang mempengaruhi WPS dalam memanfaatkan pelayan skrining IMS. Kata Kunci: Umur, pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, kebutuhan, pemanfaatan pelayanan skrining IMS dan Resosialisasi Argorejo SEVERAL FACTORS RELATING TO THE UTILIZATION OF SEXUALLY TRANSMITTED DISEASE (STD) SCREENING SERVICE AT KLINIK GRIYA ASA PKBI KOTA SEMARANG BY ARGOREJO RESOCIALIZATION FEMALE PROSTITUTES Infesction of Sexually Transmitted Disease (STD) in many countries experiences a raise in its incidence rate. Until now, the top means of transmission of HIV/AIDS is through sexually intercourse. Thus, female prostitute resicialization for female prostitutes in Semarang City is Argorejo Resocialization. there is Klinik Griya ASA PKBI there and of its activities is to provide STD screening xervice to the Argorejo female prostitutes. Thus, we want to know the factors relating to utilization of STD screening service at Klinik Griya ASA PKBI Kota Semarang by Argorejo resocialization female prostitutes. The type of this research is explanatory survey with a Cross Sectional Design, the sample is Argorejo resocialization female prostitutes who has been working and living in that resocialization for more then a year. Sample are taken porposively (purposive sampling). The data sources in this research are primary and secondary data. Data analysis are done descriptively and analytically. Analytic analysis is done by using the rank spearman test with confidence interval 95%. The results of descriptive analysis are 81,7% subjects belong to grown-up age, 52,4% subjects have finished elemantary education, 50,0% subject with low income, 76,8% subjects with good knowlegde level, 86,6% subjects with good attitude toward STD, HIV/AIDS ang STD screening service, 74,4% subject need STD screening, 75,7% subjects have not maximise their utilization of STD screening service. While the result of statistic test show no significant corelation between age, education level, income leval, knowledge level, attitude and the subjects need, with their utilization of STD screening service. It is suggested to Klinik Griya ASA PKBI to find out the pattern of going home, of each female prostitutes so that the best method to carry out all the screening service regularly can be discovered. Besides, several female prostitutes who have taken part in the screening can be pointed out as coordinators for their friends.Similar researh should be done by axamining other factors that influences the female prostitutes in their utilization of STD screening service. Keyword : Age, education, income, knowledge, atitude, need, utilization of STD screening service Argorejo resocialization

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:8553
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:14 Apr 2010 13:20
Last Modified:14 Apr 2010 13:20

Repository Staff Only: item control page