Analisis Zat Gizi dan Organoleptik Jelly Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dengan Tambahan Kawista (Limonia acidissima) dan Bubuk Kedelai (Glycine (L.) Merr.) Sebagai PMT Balita pada Masa Darurat

Rahmawati, Anisa and Nur Afifah, Diana and Ratna Noer, Etika and Sandi Wijayanti, Hartanti Analisis Zat Gizi dan Organoleptik Jelly Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dengan Tambahan Kawista (Limonia acidissima) dan Bubuk Kedelai (Glycine (L.) Merr.) Sebagai PMT Balita pada Masa Darurat. -. (Unpublished)

Full text not available from this repository.

Abstract

Pendahuluan : Balita merupakan kelompok rentan yang perlu diperhatikan saat keadaan darurat. Kondisi darurat berisiko menurunkan status gizi balita, sehingga balita perlu mendapatkan pemberian makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Potensi pangan lokal sebagai pangan darurat dapat dimanfaatkan guna menciptakan PMT darurat balita yang kaya gizi. Pangan lokal yang berpotensi sebagai PMT darurat balita adalah rumput laut, kawista dan bubuk kedelai yang dapat dikemas dalam bentuk produk ready to eat, salah satunya jelly. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar proksimat dan organoleptik antar formulasi jelly rumput laut dengan tambahan kawista dan bubuk kedelai serta formulasi terbaiknya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga formulasi meliputi : F1 (60% kawista dan 40% bubuk kedelai), F2 (50% kawista dan 50% bubuk kedelai) dan F3 (40% kawista dan 60% bubuk kedelai). Metode yang digunakan adalah estimasi untuk energi, Kjeldahl untuk kadar protein , Soxhlet untuk lemak, by Difference untuk karbohidrat, gravimetri untuk serat kasar, oven untuk air, oven untuk abu dan hedonic untuk organoleptik jelly rumput laut dengan tambahan kawista dan bubuk kedelai. Formulasi terbaik didapatkan dengan analisis deGarmo. Analisis data yang digunakan adalah One Way Anova untuk data normal dan Kruskall Wallis untuk data tidak normal. Hasil : Hasil analisis zat gizi menyatakan terjadi peningkatan rata-rata energi, protein, lemak dan serat kasar dari formulasi F1 ke F3. Sementara zat gizi karbohidrat, kadar air dan kadar abu mengalami penurunan rata-rata dari F1 ke F3. Hasil organoleptik menyatakan bahwa F1 sebagai formulasi tertinggi dari segi rasa, aroma dan tekstur. Rata-rata hasil warna produk menghasilkan F1 dan F3 sebagai rata-rata tertinggi. Hasil analisis data dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan terhadap energi (p =0,001), lemak (p= 0,000), karbohidrat (p= 0,050), kadar air (p= 0,017), kadar abu (p=0,027), serat kasar (p=0,041), dan tekstur (p=0,002). Sedangkan protein (p=0,601), warna (p=0,951), aroma (p=0,642) dan rasa (p=0,128) tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil formulasi terbaik adalah F3 dengan Nilai Hasil (Nh) 0,60. Simpulan : Formula F3 dengan perbandingan penambahan 40% kawista dan 60% bubuk kedelai dipilih sebagai formulasi terbaik. Produk ini berpotensi menjadi PMT darurat untuk balita. Kata kunci : pangan darurat, balita, jelly, bubuk kedelai, kawista

Item Type:Other
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:84029
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:26 Mar 2022 16:00
Last Modified:26 Mar 2022 16:00

Repository Staff Only: item control page