REVITALISASI TAMAN BALEKAMBANG SEBAGAI TEMPAT REKREASI DI SURAKARTA

TRI HAPSARI, YULIA (2002) REVITALISASI TAMAN BALEKAMBANG SEBAGAI TEMPAT REKREASI DI SURAKARTA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
50Kb

Abstract

1.1 Latar Belakang Pariwisata sebagai generator pertumbuhan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan devisa dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat. Tujuan lain dari pariwisata adalah untuk memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Propinsi Jawa Tengah dengan luas 34.504 km² berpotensi besar di bidang kepariwisataan baik wisata budaya, wisata alam maupun tempat rekreasi. Propinsi Jawa Tengah dan DIY merupakan salah satu dari 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Indonesia yang menempati urutan teratas setelah Bali. Pengembangan pariwisata berdasarkan kebijakan regional Jawa Tengah menetapkan bahwa wilayah Jawa Tengah dibagi menjadi 4 DTW, yaitu sub DTW A (Kawasan Merapi-Merbabu), sub DTW B (Demak-Jepara-Kudus-Rembang), sub DTW C (Pekalongan-Tegal-Brebes), dan sub DTW D (Cilacap-Banyumas-Kebumen). Kota Surakarta termasuk dalam sub DTW A dengan penekanan pengembangannya adalah obyek wisata buatan, budaya dan alam. Menurut data statistic yang disusun oleh Dinas Pariwisata Tingkat I Jawa Tengah dimana kawasan DTW A mempunyai obyek dan arus wisata yang terpadat. Sebagai titik sentral kawasan A ditetapkan Surakarta sebagai pusat kehadiran wisatawan dengan dibukanya Bandara Adi Sumarmo sebagai bandara internasional. Untuk selanjutnya dapat dilakukan penyebarannya ke seluruh obyek wisata di Jawa Tengah dan DIY, dengan modal dasar historic dan fisik yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat umum. Strategi dan kebijaksanaan pembangunan Kota Surakarta tercermin dalam visi Kota Surakarta menjadi kota tujuan wisata yang bernuansa budaya mengingat Kota Surakarta memiliki potensi wisata budaya yang beragam. Adapun strategi dan kebijaksanaan pengembangan sector pariwisata yang tertuang dalam produk RUTRK 1993-2013 adalah pengembangan wisata terpadu antara wisata, dunia usaha, budaya pendidikan, penelitian, olahraga dan konfensi. Untuk menunjang program atau kebijakan khususnya bidang kepariwisataan, Pemerintah Kota Surakarta telah mengambil langkah-langkah untuk menuju terwujudnya kota sebagai pintu gerbang pariwisata internasional Jawa Tengah. Usaha ini dikaitkan dengan perwujudan Tri Krida Utama Kota Surakarta, yaitu sebagai kota budaya, kota pariwisata, dan kota olah raga, dimana dalam pelaksanaannya ditunjang dengan program Solo Berseri (Bersih Sehat Rapi Indah). Salah satu kebijakan umum sub sector pariwisata yan diambil oleh pemerintah dewasa ini menempatkan simpul Taman Rekreasi Budaya Sriwedari, Taman Jasa Wisata dan Budaya Balekambang, dan taman Satwataru Jurug sebagai sentral kegiatan pariwisata. Keberadaan ketiga taman tersebut tidak terlepas dari sejarah perkembangan Keraton Kasunanan, Keraton Mangkunegaran dan sejarah Kota Surakarta sendiri. Di harapkan ketiga taman tersebut mendukung sehingga membentuk jarring potensi wisata dimana Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran sebagai kawasan ini (core). Ketiga sentral kegiatan pariwisata tersebut masing-masing mempunyai kekhususan sendiri, salah satunya adalah Taman Balekambang yang merupakan ajang rekreasi dan hutan kota yang bersifat budaya seperti pertunjukan kethoprak, drama tradisional dan sebagainya. Potensi taman ini antara lain : • Letaknya yang strategis yaitu di pusat Kota Surakarta dan potensial sebagai paru-paru kota karena merupakan area terbuka dengan tata hijaunya. • Merupakan asset Kota Surakarta karena mempunyai nilai histories dan nilai budaya yang tinggi. • Mempunyai fasilitas rekreasi yang potensial untuk dikembangkan meliputi rekreasi air, rekreasi hiburan, dan rekreasi alam. Sejak sepuluh tahun terakhir ini berbagai fasilitas rekreasi dan wisata di kawasan perencanaan ini kurang terawatt, rusak dan pemanfaatan fungsi yang belum optimal. Kondisi Taman Balekambang sekarang ini sangat memprihatinkan dan telah di huni secara liar oleh beberapa pihak yang mengarah pada pemukiman kumuh dan tidak teratur. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas kawasan pergeseran kawasan yang tidak sesuai dengan kegiatan dan tata guna lahan Taman Balekambang. Selain itu atraksi yang ditampilkan dalam kawasan Taman Balekambang seperti pertunjukan kethoprak tidak mampu menarik pengunjung atau wisatawan. Fungsi Taman Balekambang sebagai ruang terbuka public cenderung hilang, pola tata hijau yang tidak mendukung dikhawatirkan akan menurunkan kualitas vegetasi yang sekarang masih ada. Dari uraian di atas diketahui bahwa Taman Balekambang Surakarta membutuhkan suatu revitalisasi kawasan yang mampu mengoptimalkan fungsi rekreasi dan wisata budaya dalam kota serta mampu mengkoneksikan berbagai aktifitas kepariwisataan yang saling mendukung dengan penekanan desain Neo Vernakular . 1.2 Tujuan dan Sasaran 1. Tujuan Tujuan utama yang akan dicapai adalah mengarahkan dan mengembalikan fungsi rekreasi dan wisata budaya pada Taman Balekambang melalui revitalisasi kawasan dengan penekanan desain arsitektur Neo Vernakular. 2. Sasaran Sasaran yang hendak di capai adalah menyusun dan merumuskan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur yang bertitik tolak dari judul pembahasan yaitu Revitalisasi Taman Balekambang sebagai Tempat Rekreasi di Surakarta dengan penekanan desain Neo Vernakular. 1.3 Manfaat Manfaat yang akan diperoleh dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut : 1. Secara Obyektif a. Memberikan masukan dan arahan untuk mengembalikan fungsi rekreasi pada Taman Balekambang yang nantinya dapat dijadikan rekomendasi perencanaan bagi Pemerintah Daerah dan pihak-pihak yang berkepentingan. b. Menjadi kontribusi bagi pembangunan sector pariwisata 2. Secara Subyektif a. Penyusunan makalah ini digunakan sebagai Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur yang akan di lanjutkan dalam bentuk desain grafis. b. Sebagai salah satu persyaratan mata kuliah Tugas Akhir (TA 8649) yang harus dipenuhi untuk kelulusan sarjana strata 1 (S1) Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. 1.4 Ruang Lingkup Ruang lingkup penyusunan Laporan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur dititikberatkan pada hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu Arsitektur 1.5 Metode Pembahasan Metodologi yang digunakan dalam pembahasan Laporan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur adalah deskriptif analitis yaitu dengan memberikan suatu penjelasan dan menguraikan tentang data-data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder kemudian di analisa dengan mengacau pada konteks permasalahan yang muncul. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dan wawancara, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari data statistic dan kepustakaan yang berkaitan dengan perencanaan. 1.6 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Laporan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Revitalisasi Taman Balekambang sebagai Tempat Rekreasi di Surakarta dengan penekanan desain Arsitektur Neo Vernakular ini meliputi : BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, lingkup pembahasan, metode pembahasan dan sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisi tinjauan pariwisata, tinjauan rekreasi, tinjauan wisata budaya, tinjauan konservasi dan revitalisasi, tinjauan Arsitektur Neo Vernakular, tinjauan teori perancangan arsitektur, dan studi banding. BAB III TINJAUAN KAWASAN TAMAN BALEKAMBANG SURAKARTA Berisi tentang tinjauan pariwisata Jawa Tengah, tinjauan pariwisata Kota Surakarta, tin jauan Kota Surakarta dan tinjauan Taman Balekambang. BAB IV KAJIAN TAMAN BALEKAMBANG SURAKARTA Berisi analisa terhadap Taman Balekambang saat ini dengan memperhatikan tinjauan pustaka BAB V KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi tentang pendekatan perencanaan dan perancangan yang meliputi 8 elemen perancangan kawasan yakni tata guna lahan, bentuk dan massa bangunan, sirkulasi dan parkir, jalur pedestrian, ruang terbuka, pendukung aktivitas, rambu-rambu dan preservasi. BAB VI PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur yang meliputi konsep dasar perencanaan dan perancangan, program pemilihan tapak, dan program ruang.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Electrical Engineering
Faculty of Engineering > Department of Electrical Engineering
ID Code:8399
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:12 Apr 2010 10:38
Last Modified:12 Apr 2010 10:38

Repository Staff Only: item control page