KANTOR SEWA DENGAN TEMA PERKANTORAN TAMAN DI JAKARTA

TRI PARTONO, BAMBANG (2002) KANTOR SEWA DENGAN TEMA PERKANTORAN TAMAN DI JAKARTA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
59Kb

Abstract

1.1. Latar Belakang Dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), mengenai Kebijakan umum di bidang ekonomi, arah kebijakan nasional adalah : “Mengembangkan perekonomian yang berorientasi kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan komparatif sebagai Negara maritim dan agraris sesuai kompetisi dan produk unggulan di setiap daerah, terutama pertanian dalam arti luas, kehutanan, pertambangan, pariwisata, serta industri kecil dan kerajinan rakyat”. Sedangkan pada kebijakan di bidang social budaya butir kebudayan, kesenian dan pariwisata disebutkan : “Mengembangkan pariwisata melalui pendekatan system yang utuh dan terpadu bersifat interdisipliner dan partisipatoris dengan menggunakan criteria ekonomis, teknis, ergonomic, social, budaya, hemat energi, melestarikan alam dan tidak merusak lingkungan (BAPPEDA Kab. Jepara dalam RIPP Kab. Jepara, Fakta dan Analisa, 1999/2000:II-1). Industri pariwisata di Indonesia merupakan peluang yang tidak dapat dilepaskan begitu saja. Pariwisata telah tumbuh menjadi industri yang menguntungkan dan prospek cerah di kemudian hari. Arus wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah mengalami peningkatan yang cukup besar tiap tahunnya yaitu sebesar 7,17%. Dari sector pariwisata ini memberikan sumbangan sebesar 6,48% dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah (BAPPEDA Kab. Jepara dalm RIPP Kab. Jepara, Fakta dan Analisa, 1999/2000:II-11). Pengembangan obyek wisata di UKW Jepara – Kudus memiliki program-program pengembangan obyek wisata budaya, alam dan buatan. Untuk obyek wisata budaya, arah pengembangan ditekankan pada pengembangan sejarah, kepurbakalaan, seni pertunjukan (emprak) dan seni kerajinan (ukir, tenun, monel dan gerabah), sedangkan untuk wisata alam, arah pengembangan ditekankan pada pengembangan obyek wisata alam pantai atau wisata bahari. Salah satu obyek wisata alam pantai yang banyak diminati oleh wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang terdapat di kota Jepara adalah Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara. Obyek wisata ini termasuk ke dalam Wilayah Pengembangan Pariwisata I yang berpusat di kota Jepara dari keempat wilayah pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Jepara dan merupakan obyek wisata unggulan di WPP (Wilayah Pengembangan Pariwisata) ini. Berdasarkan data statistic Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara diketahui jumlah pengunjung yang datang ke Pantai Tirta Samudra Bandengan cukup besar dan cenderung mengalami peningkatan yaitu : • Pada tahun 1997 jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata ini mencapai 112.295 orang meningkat dari tahun ke tahun sebelumnya yaitu pada tahun 1996 sebanyak 85.391 atau meningkat sebesar 31,5%. • Pada tahun 1998 terjadi penurunan yang cukup besar sekitar 25,59% dengan jumlah wisatawan sebanyak 83.552 orang dan pada tahun 1999 turun lagi menjadi 63.464 orang. Penurunan jumlah wisatawan ini berkaitan dengan terjadinya krisis ekonomi yang dialami bangsa Indonesia pada tahun 1997. • Pada tahun 2000 dan 2001 wisatawan yang berkunjung kembali meningkat menjadi 76.381 dan 76.913 orang. Pantai Tirta Samudra Bandengan mempunyai potensi berupa : • Pantai pasir putih dengan kelandaian pantai yang relatif datar • Air laut yang masih jernih dengan ombak yang tidak terlalu besar sangat cocok digunakan untuk rekreasi laut seperti berenang atau mandi laut dan juga cocok untuk sarana olahraga air. • “Sunset” atau matahari terbenam yang merupakan pemandangan yang indah di sore hari. Namun potensi dari obyek wisata tersebut masih belum mampu menjadi daya tarik dan memiliki nilai jual yang tinggi bagi kegiatan kepariwisataan. Hal ini dikarenakan penataan fisik kawasan obyek yang belum terencana, serta keberadaan sarana dan prasarana yang belum memadai. Oleh karena itu perlu diadakan penatan lansekap dan pengembangan sarana dan prasarana di Pantai Tirta Samudra Bandengan, sehingga akan menambah kesemarakan sector kepariwisataannasional dan juga dapat meningkatkan perannya sebagai pusat pariwisata di Kabupaten Jepara. Selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan devisa, PAD, merangsang perekonomian dan sebagai penggerak pengembangan wilayah dan pembangunan daerah. 1.2. Tujuan dan Sasaran Tujuan yang akan dicapai adalah memperoleh dasar-dasar dalam mengembangkan dan memanfaatkan potensi Pantai Tirta Samudra sebagai sarana wisata alam pantai dengan penekanan desain arsitektur organic. Sasaran yang ingin dicapai adalah menyusun dan merumuskan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur mengenai pengembangan Pantai Tirta Samudra berdasarkan aspek-aspek penduan perancangan dengan penekanan desain arsitektur organic. 1.3. Manfaat Manfaat yang akan diperoleh dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut : 1. Secara Obyektif • Dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa yang akan mengajukan Proposal Tugas Akhir. • Memberi masukan dan arahan berupa konsep perancangan kawasan wisata Pantai Tirta Samudra yang pada gilirannya dapat dijadikan rekomendasi perencanaan bagi pemerintah daerah dan pihak-pihak yang berkepentingan. • Menjadi kontribusi bagi pembangunan sector pariwisata. 2. Secara Subyektif • Penyusunan makalah ini digunakan sebagai Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur yang akan dilanjutkan bentuk desain grafis. • Sebagai salah satu persyaratan mata kuliah Tugas Akhir yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Sarjana Strata 1 Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. 1.4. Lingkup Pembahasan Ruang lingkup penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini dibatasi pada pembahasan yang berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan perancangan pengembangan kawasan Pantai Tirta Samudra dengan penekanan desain arsitektur organic. Permasalahan meliputi maslah-masalah yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur seperti pengembangan kawasan, penambahan fasilitas-fasilitas dengan penggunaan langgam arsitektur organic sebagai penekanan desain. Hal-hal lain diluar disiplin ilmu arsitektur yang mempengaruhi, melatarbelakangi, menentukan dan mendasari factor-faktor perencanaan akan dipertimbangkan, dibatasi dan diasumsikan tanpa pembahasan yang mendalam. 1.5. Metode Pembahasan Metode yang digunakan dalam pembahasan adalah deskriptif analitis yaitu dengan mengumpulkan, menganalisa dan menyimpulkan data yang diperlukan dan berkaitan dengan masalah. Pengumpulan data yang dilakukan meliputi data primer dan sekunder dengan cara : 1. Data Primer a. Wawancara dengan nara sumber terkait (Kabag sarana dan program Diparta, sarana dan akomodasi, kabag bidang prasarana fisik Bappeda Kab. Jepara) untuk mendapatkan informasi yang valid. b. Observasi lapangan, secara teknis maupun non teknis melalui penelitian dan pengamatan secara langsung ke obyek yang berkaitan. c. Studi banding, yaitu mempelajari kasus lain sejenis sebagai masukan dalam merancang. 2. Data Sekunder Pengumpulan data dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan teori, konsep, standar perencanaan dan perancangan wisata pantai, juga yang berkaitan dengan arah pengembangan dari lokasi yang akan digunakan. 1.6. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Pengembangan Pantai Tirta Samudra Bandengan di Jepara dengan penekanan desain arsitektur organic adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menguraikan tentang latar belakang obyek perencanaan, tujuan dan sasaran yang akan dicapai,manfaat, lingkup pembahasan, metodologi serta sistematika penulisan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisi tenatng tinjauan umum tentang pariwisata, tinjauan tentang rekreasi pantai, tinjauan penataan kawasan dan arsitektur organic yang mendukung perencanaan dan perancangan pengembangan pantai Tirta Samudra di Jepara. BAB III TINJAUAN KAWASAN PANTAI TIRTA SAMUDRA BANDENGAN DI KABUPATEN JEPARA Menguraikan tentang gambaran umum Kabupaten Jepara, kepariwisataan di Jawa Tengah dan Kabupaten Jepara, serta gambaran tentang Kawasan Wisata Pantai Samudra berupa karakter fisik dan non fisik kawasan. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi tentang kesimpulan, batasan dan anggapan yang akan digunakan pada Landasan Program Perencanaan dan Perancangan. BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan karakter-karakter pelaku baik macam maupun kegiatannya, karakteristik wisata, luas lahan yang digunakan, fasilitas yang dibutuhkan, jenis struktur, bahan bangunan, persyaratan bangunan yang dipakai. Pendekatanperancangan kawasan dan bangunan menggunakan pendekatan arsitektur organic. BAB VI KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Merupakan hasil akhir pmbahasan LP3A, sekaligus menjadi acuan untuk perancangan arsitektur (desain fisik) pada tahap berikutnya.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Electrical Engineering
Faculty of Engineering > Department of Electrical Engineering
ID Code:8395
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:12 Apr 2010 10:10
Last Modified:12 Apr 2010 10:10

Repository Staff Only: item control page