RISIKO TERJADINYA DERMATOSIS PADA PEKERJA YANG TERPAPAR TEKANAN PANAS DI INDUSTRI PENGECORAN LOGAM PT. ANEKA ADHILOGAM KARYA, CEPER-KLATEN

KUSUMAWATI W, FITRIA (2003) RISIKO TERJADINYA DERMATOSIS PADA PEKERJA YANG TERPAPAR TEKANAN PANAS DI INDUSTRI PENGECORAN LOGAM PT. ANEKA ADHILOGAM KARYA, CEPER-KLATEN. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
15Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Industri pengecoran logam merupakan salah satu industri yang dalam proses produksinya mempunyai efek samping yang dominan berupa tekanan panas. Dampak yang ditimbulkan akibat paparan tekanan panas salah satunya adalah dermatosis berupa miliaria/biang keringat dan mikosis. Hal ini terjadi karena suhu yang tinggi kelembaban meningkat akibat produksi keringat yang berlebihan. Kulit akan terus menerus lembab karena mekanisme menghalangi keringat untuk menguap sehingga menyebabkan kelainan kulit dengan gambaran klinik berpa gatal-gatal, papula, papulovesikel dan erimatus. Selain itu pada pekerja yang terpapar tekanan panas juga ditemukan penderita mikosis berupa Tinea versicolor dan Tinea corporis . HAl ini dikarenakan kelembaban yang tinggi terutama pada daerah lipatan kulit yang tertutup oleh Alat PElindung Diri sehingga merupakan tempat yang kondusif untuk pertumbuhan jamur penyebab mikosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko terjadinya dermatosis pada pekerja yang terpapar tekanan panas di industri pengecoran logam PT. Aneka Adhilogam Karya, Ceper-Klaten. FAktor-faktor risiko tersebut antara lain umur, masa kerja, kebersihan perorangan dan kebiasaan pemakaian APD. jenis penelitian ini adalah observaional analitik dengan rancangan case control . jJumlah sampel adalah 40 kasus yaitu pekerja yang terkena dermatosis dan 40 kontrol yaitu pekerja yang tidak menderita dermatosis. hasil uji statistik menunjukkan bahwa masa kerja ( nilai p = 0,0001; OR = 5,72 ; CI = 2,05 - 16,079), kebersihan perorangan (nilai p p = 0,0001 ; OR = 7,667 ; CI = 2,628 - 22, 365), kebiasaan pemakaian APD ( nilai p = 0,001 ; OR = 4,896 ; CI = 1,892 - 12,669) merupakan faktor risiko terjadinya dermatosis pada pekerja yang tepapar tekanan panas di industri pengecoran logam PT. Aneka Adhilogam KArya, Ceper-Klaten. sedangkan untuk umur pekerja ( nilai p = 0,799 ; OR = 1,138 ; CI = 0,420 - 3,084) bukan merupakan faktor risiko terjadinya dermatosis pada pekerja yang tepapar tekanan panas di industri pengecoran logam PT. Aneka Adhilogam Karya, Ceper-Klaten. Disarankan pekerja di industri penegcoran logam untuk memakai pakaian yang menyerap keringat dan alat pelindung diri yang sesuai dengan kondisi lingkungan kerja yang panas seperti sarung tangan yang menyerap keringat. Kata Kunci: tekanan panas, dermatosis, faktor risiko THE RISK OF SUFFERING FROM DERMATOSIS ON THE WORKERS EXPOSED TO HEAT PRESSURE AT PT. ANEKA ADHILOGAM KARYA METAL MOULDING INDUSTRY, CEPER - KLATEN The metal moulding industry is one of the industry which the production process have dominant side effect such as heat pressure. One of the heat pressure effect is dermatosis like miliaria. High temperature make humidity increase, so it cause an over sweat excression. Skin will be more humid cause the mechanism obstacle sweat evaporation. it result a sweat retention clinically such as pruritis, papula, erimatus and papulovesicle. Beside the workers exposed to heat pressure also suffer micosis kind of Tinea versicolor and Tinea corporis. it can be happen cause high humidity in the part of body closed by the PPE's (Personal Protective Equipment), it is condusif place for thr growth of fungus. the purpose of research is to know the risk factor of suffering dermatosis on the workers exposed to heat pressure at PT. Aneka Adhilogam Karya metal moulsing industry, Ceper-Klaten. the risk factor are age, period of work, individual higieny and used of PPE's. The reaserch used analitical observational with case control study. The sample include 40 workers who suffer dermatosis as case and 40 workers who is not suffering dermatosis as control. Statistical result shows that period of worker (p value = 0,0001 ; OR = 5,72 ; CI = 2,05 - 16,079), individual higieny (p value = 0,0001 ; OR = 7,667 ; CI = 2,628 - 22,365), used of PPE's (p value = 0,001 ; OR = 4,896 ; CI = 1,892 - 12, 669) are the risk factors of suffering from dermatosis exposed to heat pressure at PT. Aneka Adhilogam KArya metal moulding industry, Ceper-Klaten. Whereas the worker's age ( p value = 0,799 ; OR = 1,138 ; CI = 0,420 - 3,084) is not a risk factor of suffering from dermatosis exposed to heat pressure at PT Aneka Adilogam KArya metal moulding industry, Ceper-Klaten. We suggest the workers in the metal moulding industry to use a reserve sweat cloth and PPE's which appropriate with the hot environment condition like reserve sweat glove. Keyword: Heat pressure, dermatosis, risk factor

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:8342
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:09 Apr 2010 11:10
Last Modified:09 Apr 2010 11:10

Repository Staff Only: item control page