TANGGUNGJAWAB HUKUM EKSPORTIR DALAM PELAKSANAAN EKSPOR PAKAIAN JADI (Studi Kasus PT. GOLDEN FLOWER)

Fatmasari, Ajeng Danur (2009) TANGGUNGJAWAB HUKUM EKSPORTIR DALAM PELAKSANAAN EKSPOR PAKAIAN JADI (Studi Kasus PT. GOLDEN FLOWER). Undergraduate thesis, Perpustakaan Fakultas Hukum UNDIP.

[img]Microsoft Word
24Kb

Official URL: http://fh.undip.ac.id/perpus

Abstract

Di Indonesia, mengenai transaksi ekspor impor tidak diatur secara khusus dalam KUH Perdata maupun dalam KUH Dagang, akan tetapi secara umum ketentuan dalam KUH Perdata dan KUH Dagang berlaku bagi transaksi ekspor impor Indonesia, dan dalam menyusun kontrak dagang ekspor, hendaknya dapat merujuk pada salah satu syarat perdagangan yang terdapat dalam INCOTERMS dari KDI (Kamar Dagang Internasional). Dalam prakteknya perdagangan luar negeri atau transaksi ekspor impor sering timbul masalah. Hal ini disebabkan karena pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan, barang yang harus dikirim atau diangkut dari suatu negara ke negara lainnya melalui bermacam peraturan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah dan permasalahan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab hukum Eksportir terhadap ketidaksesuaian pesanan, kehilangan dan kerusakan atas pakaian jadi yang diekspor, hubungan hukum antara Eksportir dengan Pengangkut dalam melaksanakan ekspor pakaian jadi ke Negara Importir, dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Eksportir dalam melaksanakan ekspor pakaian jadi dan cara mengatasinya. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode pendekatan yang digunakan pendekatan yuridis-empiris, dimulai dengan menganalisa terhadap undang-undang dan peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan masalah pembahasan ekspor impor, kemudian dikaitkan dengan kenyataan-kenyataan yang ada atau senyatanya terjadi di lapangan dan penulis analisis dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa tanggung jawab Eksportir selaku penjual kepada Importir atau buyer adalah sesuai dengan sales contract yang telah disepakati terlebih dahulu oleh kedua belah pihak dan terdapat dalam INCOTERMS dari Kamar Dagang Internasional, kemudian hubungan hukum antara Eksportir dengan pengangkut harus berdasarkan perjanjian pengangkutan yang mengikat kedua belah pihak dan yang terakhir apabila terjadi perselisihan antara para pihak, hendaknya dicari jalan yang terbaik atau musyawarah terlebih dahulu karena hal ini menyangkut nama baik atau kredibilitas para pihak Kata Kunci : Ekspor Impor, Sales Contract

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Faculty of Law > Department of Law
ID Code:8215
Deposited By:Mr. Hukum Admin
Deposited On:07 Apr 2010 09:53
Last Modified:07 Apr 2010 09:53

Repository Staff Only: item control page