KARAKTERISTIK DAN PREFERENSI HUNIAN KELUARGA MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR

AHSANI, Muhammad Farhan and MANAF, Asnawi (2020) KARAKTERISTIK DAN PREFERENSI HUNIAN KELUARGA MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF (Judul)
411Kb
[img]
Preview
PDF (Bab I)
827Kb
[img]
Preview
PDF (Bab V)
68Kb
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
147Kb

Abstract

Masyarakat berpenghasilan rendah tidak memiliki cukup kesempatan untuk memilih rumah yang berkualitas. Mereka juga tidak memiliki banyak pilihan untuk menyewa atau membeli rumah yang terjangkau di kota karena kendala keuangan. Terlebih bagi MBR yang sudah memiliki keluarga, hunian menjadi semakin dibutuhkan karena aktivitasnya yang semakin bertambah. Saat ini pemerintah terus berupaya menyediakan bantuan hunian bagi MBR berupa rusunawa dan KPR FLPP namun permintaan atas hunian terus meningkat dari waktu ke waktu. Maka dari itu penyediaan hunian terjangkau berkelanjutan bagi keluarga MBR memiliki tantangan yang terus beragam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan karakteristik dan preferensi hunian keluarga MBR meliputi karakteristik sosial ekonomi, karakteristik fisik hunian, dan preferensi hunian berdasar status hunian yang tersedia pada lokasi penelitian. Dengan demikian solusi penyediaan hunian selanjutnya dapat fokus dan tepat sasaran. Penelitian berlokasi di Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang sebagai representasi wilayah kota menengah di Provinsi Jawa Tengah. Pada lokasi penelitian ditemukan lima lokasi meliputi satu unit Rusunawa Ungaran dan 4 lokasi perumahan KPR FLPP. Pada perumahan KPR FLPP ditemukan status hunian yang berbeda meliputi rumah hak milik, rumah dalam cicilan, dan rumah tapak sewa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner terhadap 100 responden keluarga MBR. Identifikasi karakteristik sosial ekonomi menggunakan metode deskriptif dan tabulasi silang, identifikasi karakteristik fisik hunian menggunakan metode skoring dengan skala likert, dan identifikasi preferensi hunian menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan penelitian ditemukan keluarga yang dapat menjangkau rumah hak milik memiliki pendapatan minimal Rp 3.500.000 dengan bekerja sebagai buruh tetap. Sebagian besar keluarga yang bekerja sebagai buruh tetap mulai membeli rumah pada usia 30-36 tahun. Sedangkan bagi keluarga yang bekerja sebagai buruh kontrak dan wiraswasta dengan pendapatan rata - rata di bawah Rp 3.500.000 memilih untuk tinggal pada rusunawa atau rumah sewa tapak yang lokasinya berdekatan dengan tempat kerja saat ini. Setiap hunian menunjukkan karakteristik fisik yang berbeda. Rumah hak milik dan rumah dalam cicilan mengalami modifikasi bangunan karena statusnya sebagai hak milik sedangkan rusunawa dan rumah tapak sewa tidak mengalami perubahan bentuk bangunan karena status huniannya sewa. Lokasi rusunawa dan rumah tapak sewa menunjukkan keterjangkauan terhadap tempat kerja di bawah 2 km, sedangkan keluarga MBR pada rumah hak milik dan rumah dalam cicilan perlu menempuh lebih dari 2 km untuk menuju ke tempat kerja. Pada pemilihan hunian baru sebagian besar keluarga MBR menunjukkan kemiripan preferensi dimana status kepemilikan, kedekatan terhadap tempat kerja, ketersediaan prasarana air bersih dan lokasi bebas bencana merupakan prioritas.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:81826
Deposited By:Jurnal Planologi
Deposited On:20 Nov 2020 14:10
Last Modified:20 Nov 2020 14:10

Repository Staff Only: item control page