POLA PENYEDIAAN HUNIAN SEWA UNTUK BURUH INDUSTRI LAJANG BERDASARKAN PERSPEKTIF PENYEDIA DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR, KABUPATEN SEMARANG

ANGGRASARI , Felicia Putri and MANAF, Asnawi (2020) POLA PENYEDIAAN HUNIAN SEWA UNTUK BURUH INDUSTRI LAJANG BERDASARKAN PERSPEKTIF PENYEDIA DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR, KABUPATEN SEMARANG. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF (Bab I)
551Kb
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
243Kb
[img]
Preview
PDF (Judul)
397Kb
[img]
Preview
PDF (Bab V)
103Kb

Abstract

Perkembangan sektor industri di suatu wilayah akan menyerap banyak tenaga kerja yang mengakibatkan peningkatan permintaan hunian semakin tinggi di sekitar kawasan industri. Keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala dalam penyediaan hunian untuk buruh industri. Selain keterbatasan lahan, kawasan industri juga dinilai tidak didukung oleh sistem perencanaan hunian yang baik dan layak untuk pekerja industrinya (Widyasari, 2017). Hal ini mengakibatkan akses untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau menjadi semakin sulit. Padahal perumahan yang layak dan terjangkau termasuk ke dalam target tujuan Sustainable Development Goals yang kesebelas, yaitu masyarakat dan permukiman yang berkelanjutan. Kecamatan Ungaran Timur merupakan salah satu kawasan industri yang ditetapkan di RTRW Kabupaten Semarang. Kecamatan Ungaran Timur didominasi oleh perusahaan garmen yang menyerap tenaga kerja perempuan usia muda lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini sejalan dengan pembangunan Rusunawa Gedanganak yang diperuntukan bagi buruh industri lajang tepatnya untuk perempuan. Di sisi lain, karena permintaan hunian yang tinggi tanpa disertai sistem perencanaan hunian yang baik di sekitar kawasan industri maka berkembang juga hunian sewa berupa rumah kos yang dilakukan oleh masyarakat lokal. Rusunawa Gedanganak dan rumah kos merupakan bentuk hunian yang memiliki perbedaan karakteristik. Kedua hunian tersebut memiliki kualitas dan fasilitas hunian yang berbeda. Hal tersebut dapat dilihat dari kelima aspek pola penyediaan hunian yaitu motif penyedia, desain hunian, lahan, konstruksi hunian dan pemasarannya (Agunbiade, Rajabifard, & Bennett, 2013). Oleh karena itu, menarik jika dilakukan suatu penelitian mengenai pola-pola penyediaan hunian sewa untuk buruh industri lajang yang dilihat dari perspektif penyedianya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian naturalistik yang didasari pada kondisi alamiah dan bertujuan untuk mengkonstruksikan situasi sosial yang diteliti secara lebih jelas dan mendalam. Teknik analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif komparatif. Analisis deskriptif kualitatif bertujuan untuk menganalisia, mendeskripsikan, dan merumuskan pola penyediaan hunian. Adapun penerapan teknis analisis komparatif pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui perbandingan antara pola penyediaan hunian pada rusunawa dan rumah kos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan yang paling signifikan antara rusunawa dengan rumah kos terlihat pada motif penyedia huniannya. Rusunawa termasuk dalam sosial housing yaitu untuk pemenuhan kebutuhan tempat tinggal sementara rumah kos termasuk dalam private housing dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Perbedaan motif penyedia pada rusunawa dan rumah kos berimplikasi pada pertimbangan desain, kepemilikan lahan, izin perencanaan, modal, fasilitas, produk, harga, dan cara promosinya. Kedua bentuk hunian tersebut juga memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing jika dilihat dari standar hunian layak SDGs. Rusunawa memiliki infrastruktur yang lebih lengkap dibandingkan dengan rumah kos dan ukuran kamar yang telah sesuai dengan standar kebutuhan luas hunian yang diatur dalam SNI 03-1733-200. Namun, meskipun demikian buruh industri lajang banyak yang lebih memilih kamar kos dibandingkan dengan rusunawa karena harga sewa yang lebih murah, adanya privasi kamar, aksesibilitas, dan juga fleksibilitas yang tinggi. Maka itu, pemerintah dalam melakukan penyediaan hunian harus memperhatikan karakteristik dari segmen pasarnya.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:81531
Deposited By:Jurnal Planologi
Deposited On:22 Sep 2020 14:33
Last Modified:22 Sep 2020 14:33

Repository Staff Only: item control page