THE TRANSLATION OF CULTURAL TERMS AND THE TRANSLATION QUALITY OF PRAMOEDYA ANANTA TOER’S NOVEL “JEJAK LANGKAH” INTO “FOOTSTEPS” BY MAX LANE

Yuliani, Siti (2018) THE TRANSLATION OF CULTURAL TERMS AND THE TRANSLATION QUALITY OF PRAMOEDYA ANANTA TOER’S NOVEL “JEJAK LANGKAH” INTO “FOOTSTEPS” BY MAX LANE. Masters thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[img]
Preview
PDF
1787Kb

Abstract

A proper technique in translating the cultural words will give a better quality in translation. So as translator, h/she must know what the best technique for translating cultural words so that his/her translation will be accurate, acceptable, and readable. The present study aims at analysing techniques used by the translator of Pramoedya Ananta Toer‟s Jejak Langkah novel into “Footsteps” in translating the cultural terms found in the novel and assessing the translation quality of the translated novel. The research data is 318 Indonesian cultural terms and the English translation. In doing this study, the researcher applied qualitative and quantitative method. In collecting the data, the researcher used purposive sampling technique. The researcher also used questionnaire given to three raters. The findings showed that the cultural category of social organization (123 or 38,68%) with sub-category of religious terms mostly appeared in the novel (58 or 18,24%), the technique mostly used by the translator was couplet technique (103 or 32,39%), and the quality of the translated cultural terms was the accuracy (244 or 76,73%), acceptability (264 or 83,02%), and readability (263 or 82,7%). There are three techniques which made accurate, acceptable, and readable translation, they are couplet technique, functional equivalent technique and cultural equivalent technique. While the techniques which produced inaccurate, unacceptable, and not readable translation are transference technique and reduction technique. Teknik yang sesuai dalam menerjemahkan kata budaya akan meningkatkan kualitas terjemahan. Jadi, sebagai seorang harus tahu Teknik yang paling sesuai untuk menerjemahkan kosakata budaya sehingga hasil terjemahannya akan akurat, berterima, dan mempunyai keterbacaan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis teknik penerjemahan kosakata budaya yang digunakan oleh penerjemah novel Pramoedya Ananta Tour Jejak Langkah dan menilai kualitas hasil penerjemahan pada novel. Data yang diambil adalah 318 kosakata budaya (Indonesia dan Inggris). Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan Teknik sampel bertujuan. Peneliti juga memberikan kuesioner kepada tiga penilai/raters. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kategori kultur social adalah kategori yang paling banyak ditemukan yaitu kategori social organization sebesar 123 kali (36,68%) dengan sub kategori religious terms paling banyak ditemukan (58 or 18,24%), teknik penerjemahan yang paling sering digunakan adalah teknik kuplet sebesar 103 data (32,39%), dan penilaian kualitas penerjemahan akurat sebesar 244 data (76,73%), penerjemahan berterima sebanyak 264 data (83,02%), dan penerjemahan yang memiliki keterbacaan tinggi sebesar 263 data (82,7%). Ada tiga teknik yang membuat terjemahan menjadi akurat, berterima, dan mempunyai keterbacaan yang tinggi. Teknik tersebut adalah Teknik kuplet, Teknik functional equivalent, dan Teknik cultural equivalent. Sedangkan Teknik yang tidak sesuai adalah Teknik transference dan Teknik reduction.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P1-1091 Philology. Linguistics > P1-85 General
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Linguistic
ID Code:81106
Deposited By:mrs Perpustakaan FIB
Deposited On:23 Jul 2020 14:26
Last Modified:23 Jul 2020 14:26

Repository Staff Only: item control page