HEDGES IN SUNDANESE SELLING-BUYING CONVERSATION AT CIKAMPEK TRADITIONAL MARKET, KARAWANG, WEST JAVA, INDONESIA

MULIANDARI, ENDAH DEWI (2019) HEDGES IN SUNDANESE SELLING-BUYING CONVERSATION AT CIKAMPEK TRADITIONAL MARKET, KARAWANG, WEST JAVA, INDONESIA. Masters thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[img]
Preview
PDF
2456Kb

Abstract

This research aims at finding out the use of hedges in Sundanese sellingbuying conversation at Cikampek traditional market Karawang, West Java, Indonesia. This research is descriptive qualitative. Observation with recording technique was used to collect the data. Referential and distributional methods were used to analyze the data. The result shows that there are five categories of hedges used by Sundanese namely (1) Shields consisting 34 (50%) of the data, (2) Approximators in terms of frequency consisting 4 (23.53%) of the data, quantity consisting 8 (47.06%) and time consisting 5 (29.4%) of the data, (3) Expressions which express personal doubt and direct involvement consisting 4 (5.88%) of the data, (4) Emotionally-charged intensifier consisting 8 (11.76%), and (5) Compound hedges consisting 5 (7.36%) of the data. From the analysis, the researcher can presume that participants mostly uses shields, approximators of quantity, frequency and time, emotionallycharged and compound hedges is the seller, and the participant who uses expressions which express personal doubt and direct involvement intacly is the buyer. In addition, the hedges functioning shields contain different lexical items indicating politeness. There is a relation also between politeness principles and hedges where hedges prominently shields can be embeded in every maxim categorization because of more economic in appliance. There are most and least using maxims in politeness principles used, those are; Agreement maxim 30 (42.86%), Approbation maxim 1 (1.43%). The other mitigatory forms instead of hedges consist of lexical verbs, particles, lexical adjectives and addresses terms are the most frequently used by Sundanese in Karawang West Java Indonesia. The using of hedges and other linguistic forms of politeness some time unconsiously is used by the Sundanese in the market to create a negotiation space which can make the communication in terms of sellingbuying more successful. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan hedges dalam bahasa Sunda dalam percakapan jual-beli di pasar tradisional Cikampek Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Observasi dengan teknik merekam digunakan untuk mengumpulkan data. Metode padan dan agih digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima kategori hedges yang digunakan oleh masyarakat Sunda yaitu (1) Shields yang terdiri dari 34 (50%) dari data yang ditemukan, (2) Approximators in terms of frequency yang terdiri dari 4 (23,53%), quantity terdiri dari 8 (47,06%) dan time yang terdiri dari 5 (29,4%) dari data, (3) Expressions which express personal doubt and direct involvement yang terdiri dari 4 (5,88%) dari data, (4) Emotionally-charged intensifier terdiri dari 8 (11,76%), dan (5) Compound hedges terdiri dari 5 (7,36%) dari data. Dari hasil analisis, peneliti dapat meyimpulkan bahwa peserta tutur sebagian besar menggunakan Shields, Approximators of quantity, frequency and time, Emotionally-charged, dan Compund hedges adalah penjual, dan peserta tutur yang menggunakan Expressions which express personal doubt and direct involvement adalah pembeli. Selain itu, Hedges yang berfungsi sebagai Shields berisi jenis kata berbeda yang mengindikasikan kesopanan. Ada juga hubungan antara Politeness principles dan Hedges, dimana hedges terutama Shields dapat dimasukkan dalam setiap kategorisasi maxim karena lebih ekonomis dalam penerapannya. Terdapat pula mengenai yang paling banyak dan paling sedikit dalam hal penggunaan maxim dalam politeness principles yang digunakan, yaitu; Agreement maxim 30 (42,86%), Approbation maxim 1 (1,43%). Bentuk mitigasi lainnya yang ditemukan, selain hedges, terdiri dari jenis kata kerja, partikel, kata sifat, dan kata ganti milik yang paling sering digunakan oleh masyarakat Sunda di Cikampek Karawang, Jawa Barat Indonesia. Penggunaan hedges dan bentuk kesopanan linguistik lainnya tanpa disadari telah digunakan oleh masyarakat Sunda di pasar untuk menciptakan ruang negosiasi yang juga membuat keberhasilan dalam komunikasi dilingkup kaidah jual beli.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P1-1091 Philology. Linguistics > P1-85 General
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Linguistic
ID Code:81071
Deposited By:mrs Perpustakaan FIB
Deposited On:23 Jul 2020 12:14
Last Modified:23 Jul 2020 12:14

Repository Staff Only: item control page