FAKTOR RISIKO INTERNAL DAN EKSTERNAL PREEKLAMPSIA DI WILAYAH KABUPATEN PATI PROVINSI JAWA TENGAH

Kasriatun, Kasriatun and Kartasurya, Martha Irene and Nugraheni, Sri Achadi (2019) FAKTOR RISIKO INTERNAL DAN EKSTERNAL PREEKLAMPSIA DI WILAYAH KABUPATEN PATI PROVINSI JAWA TENGAH. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
1527Kb

Abstract

Universitas Diponegoro Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Kesehatan Ibu dan Anak 2018 ABSTRAK Kasriatun Faktor Risiko Internal dan Eksternal Preeklampsia di Wilayah Kabupaten Pati Provinsi Jawa tengah xvi + 79 halaman + 21 tabel + 5 gambar + 35 lampiran Kabupaten Pati merupakan wilayah pesisir, penyebab utama kematian ibui dalam tiga tahun terakhir adalah preeklampsia. Pada tahun 2016, 35% kasus kematian ibu disebabkan oleh preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kejadian preeklampsia di Wilayah Kabupaten Pati. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Subjek sejumlah 40 kasus preeklampsia dan 120 kasus non preeklampsia dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Data asupan makanan diperoleh dari FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis data dilakukan dengan chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko terjadinya preeklampsia adalah faktor risiko internal : riwayat keluarga preeklampsia (OR=6,74; 95%CI:2,54-17,89, obesitas (OR=2,68; 95%CI:1,29-5,60), riwayat hipertensi (OR=7,4; 95%CI:2,91-18,82), stress (OR=2,64; 95%CI:1,26-5,51), dan faktor risiko eksternal: asupan anti oksidan yang rendah (OR=3,71; 95%CI:1,23- 11,19), asupan natrium berlebih (OR=2,54; 95%CI:1,14-5.67), paparan asap rokok (OR=2,43; 95%CI:1,14-5,17). Analisis multivariat menunjukkan riwayat keluarga preeklampsia (OR=5,32; 95%CI:1,63-17,40), obesitas (OR=4,01; 95%CI:1,60-10,09, riwayat hipertensi (OR=7,38; 95%CI:2,32-23,45), stress atau kecemasan (OR=3,30; 95%CI:1,31-8,33), asupan anti oksidan yang rendah (OR=4,22; 95%CI:1,13-15,74) secara bersama-sama merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Variabel yang bukan merupakan faktor risiko preeklampsia adalah usia ibu, paritas, dan penambahan berat badan berlebihan selama kehamilan. Disimpulkan bahwa faktor risiko yang paling kuat adalah riwayat hipertensi ibu sebelum kehamilan. Hal ini sesuai dengan wilayah Kabupaten Pati yang merupakan daerah pesisir dan sebagian besar warga cenderung mengkonsumsi natrium yang berlebih. Disarankan agar memasukkan riwayat hipertensi, riwayat keluarga preeklampsia, obesitas, dan stres dalam anamnese pelayanan antenatal untuk mendeteksi dini preeklampsia. Kata kunci Pustaka : Preeklampsia, faktor risiko internal, faktor risiko eksternal : 70 (2003-2018)

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Public Health
ID Code:80374
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:16 Mar 2020 13:45
Last Modified:16 Mar 2020 13:45

Repository Staff Only: item control page