Menuju Kota Tanggap Bencana (Penataan Lingkungan Permukiman untuk Mengurangi Resiko Bencana)

Sukawi, Sukawi (2009) Menuju Kota Tanggap Bencana (Penataan Lingkungan Permukiman untuk Mengurangi Resiko Bencana). Jurnal nasional .

[img]
Preview
PDF - Published Version
10Kb

Abstract

ABSTRAK Wilayah Indonesia, termasuk daerah rawan terjadinya bencana, terutama bencana alam geologi, yang disebabkan karena posisi Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik yaitu: Lempeng Australia di selatan, Lempeng Euro-Asia di bagian barat dan Lempeng Samudra Pasifik di bagian timur. Diantara bencana alam besar yang sering menimpa Indonesia adalah gempa bumi, tsunami, gunung meletus, longsoran dan tanah bergerak (land slip), dan lain-lain. Merujuk pada disaster management, A Disaster Manager Handbook (Carter, 1991) diungkapkan kata bencana atau disaster adalah suatu kejadian alam atau buatan manusia, tiba-tiba atau progresif, yang menimbulkan dampak dahsyat sehingga masyarakat yang terkena harus merespons dengan tindakan-tindakan luar biasa. Kejadian bencana seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk melakukan penataan kembali sebuah lingkungan perkotaan yang terkena bencana. Permukiman merupakan salah satu fungsi di dalam perkotaan pasca bencana yang mendapatkan perhatian utama dalam masa rekonstruksi dan rehabilitasi, agar kehidupan masyarakat dapat kembali membangun sisi sosial, budaya dan ekonomi mereka. Banyak konsep perencanaan kawasan perkotaan yang dapat diterapkan dalam penataan kembali sebuah lingkungan perumahan pasca bencana. Sebenarnya suatu upaya penataan kembali perlu untuk dilihat bukan hanya sebagai bagian untuk meminimalkan tetapi upaya untuk mencegah atau menghindari penyebab terjadinya kerusakan akibat bencana. Penataan kembali permukiman pasca bencana dalam kerangka menuju kota tanggap bencana dapat menjadi salah satunya. Hal ini mengingat adanya keterkaitan yang erat antara pembangunan lingkungan yang tanggap terhadap potensi lingkungan sekitarnya dengan upaya untuk mencegah atau meminimalkan terjadinya dampak bencana. Merancang kota yang responsif dan antisipatif pada kejadian bencana dapat belajar dari rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di kota atau kawasan lain. Tulisan ini mengungkapkan isu-isu penataan lingkungan permukiman untuk mewujudkan sebuah kota yang lebih antisipatif dan tanggap terhadap bencana. Argumennya, kemampuan mengelola kemungkinan bencana dari masyarakat kota bisa ditingkatkan dengan bantuan perencanaan dan perancangan kota. Oleh karenanya peran perencanaan permukiman kota pasca bencana menjadi sangat penting dalam menciptakan kota yang tanggap terhadap bencana. Kata Kunci: Kota Tanggap Bencana, Penataan Lingkungan Perkotaan, Resiko Bencana Dikirim ke : lab_rancangkota_pwkundip@yahoo.com

Item Type:Article
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:793
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:01 Oct 2009 11:35
Last Modified:21 Oct 2009 11:11

Repository Staff Only: item control page