Perbandingan keluaran klinis pasien HNP dengan terapi konservatif dan tindakan pembedahan di RSUP Dr Kariadi Periode 1 Januari-31 Desember 2015

PUDJONARKO, DWI (2019) Perbandingan keluaran klinis pasien HNP dengan terapi konservatif dan tindakan pembedahan di RSUP Dr Kariadi Periode 1 Januari-31 Desember 2015. In: National Scientific Meeting : Banten 1st Continuing Neurology Education (CNE) , May 5-8 2016, Indonesian Convention Exhibition (ICE), BSD.

[img]
Preview
PDF (Makalah-penulis pendamping) - Other
2783Kb
[img]
Preview
PDF (Makalah Artikel c43)
336Kb
[img]
Preview
PDF (HASIL REVIEW C43 dr. Dwi Pudjonarko)
6Mb
[img]
Preview
PDF (Hasil Turnitin)
3734Kb

Abstract

Latar Belakang :Nyeri punggung bawah yang disertai nyeri pada tungkai dapat disebabkan oleh herniasi diskus intervertebralis atau disebut juga hernia nukleus pulposus (HNP) yang menekan pada radiks saraf di mana tempat paling umum terjadi pada tulang belakang segmen L4-L5 atau L5-S1 (95%). Gejala umum HNP termasuk salah satu atau kombinasi pada berikut: (1) gejala nyeri pinggang khas seperti rasa tebal, kelemahan, dan/atau kesemutan di tungkai dan/atau kaki, nyeri tungkai dan/atau nyeri kaki, nyeri punggung bawah, dan/atau nyeri di bokong; dan (2) hilangnya kendali fungsi miksi atau defekasi menunjukkan kondisi medis yang serius. Kebanyakan pasien memilki respon baik terhadap pengobatan konservatif, namun pada pasien tertentu, pengelolaan dengan pembedahan dapat memberikan kesembuhan gejala yang lebih cepat. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan keluaran klinis pasien HNP dengan terapi konservatif dan tindakan pembedahan yang dirawat di Bangsal Rajawali RSUP Dr. Kariadi. Metode: Desain penelitian kohort retrospektif dengan subyek pasien HNP yang di rawat di bangsal Rajawali dengan terapi konservatif dan tindakan pembedahan di RSUP. Dr. Kariadi Semarang periode 1 Januari 31 Desember 2015, dilakukan pencatatan dan dianalisa. Hasil: Didapatkan 50 orang pasien dengan HNP lumbal selama periode 1 Januari – 31 Desember 2015. Dari beberapa variabel yang diukur didapatkan hasil yang tidak signifikan antara pasien yang dilakukan operasi dengan terapi konservatif (p>0,05) pada umur, jenis kelamin, gangguan sensorik saat masuk dan keluar, kekuatan motorik pada pasien yang dilakukan operasi, lokasi herniasi, tipe herniasi, BMI dan onset. Didapatkan perbedaan yang signifikan pada VAS masuk dan keluar pada pasien operasi dan tidak dilakukan operasi (p=0,000), kekuatan motorik tungkai saat masuk dan keluar pada terapi konservatif (p=0,003), laseque (+) saat masuk (p=0,002). Kesimpulan: Pada terapi konservatif didapatkan perbaikan motorik tungkai yang bermakna (p=0,003), sementara yang dilakukan operasi tidak bermakna (p=0,081). Berkurangnya VAS sama-sama signifikan baik operasi maupun non operasi (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa terapi konservatif menunjukkan perbaikan klinis fungsi motorik lebih baik daripada tindakan operatif. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam skala waktu yang lebih lama dan subjek penelitian yang lebih luas. Kata Kunci: Nyeri punggung bawah, HNP, Terapi konservatif, Tindakan pembedahan

Item Type:Conference or Workshop Item (Other)
Subjects:R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:77751
Deposited By:Ms Lutfiatun Heni
Deposited On:10 Oct 2019 14:10
Last Modified:15 Jun 2020 08:51

Repository Staff Only: item control page