SIMULASI KOORDINASI PMT OUTGOING DAN RECLOSER PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PT. PLN (PERSERO) AREA SEMARANG PENYULANG KALISARI 07 BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 DENGAN MONITORING VT SCADA 11.2

Pradana, M. Aji (2019) SIMULASI KOORDINASI PMT OUTGOING DAN RECLOSER PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PT. PLN (PERSERO) AREA SEMARANG PENYULANG KALISARI 07 BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 DENGAN MONITORING VT SCADA 11.2. Undergraduate thesis, undip vokasi.

[img]
Preview
PDF (HALAMAN JUDUL)
210Kb
[img]
Preview
PDF (KATA PENGANTAR)
369Kb
[img]
Preview
PDF (DAFTAR ISI)
203Kb
[img]
Preview
PDF (ABSTRAK)
181Kb
[img]
Preview
PDF (DAFTAR GAMBAR)
211Kb
[img]
Preview
PDF (DAFTAR TABEL)
180Kb
[img]
Preview
PDF (BAB I)
404Kb
[img]
Preview
PDF (BAB II)
1934Kb
[img]PDF (BAB III)
Restricted to Repository staff only

1374Kb
[img]PDF (BAB IV)
Restricted to Repository staff only

3342Kb
[img]PDF (BAB V)
Restricted to Repository staff only

1072Kb
[img]
Preview
PDF (BAB VI)
352Kb
[img]
Preview
PDF (DAFTAR PUSTAKA)
193Kb
[img]
Preview
PDF (DAFTAR LAMPIRAN)
175Kb

Abstract

Suatu sistem proteksi diperlukan dalam jaringan distribusi guna menjaga jaringan tersebut supaya tetap dalam keadaan baik dan handal. Tujuan peralatan proteksi yaitu untuk meminimalisir kerusakan pada sistem. Dikarenakan gangguan tidak dapat dihilangkan, maka sistem proteksi harus dapat mengisolir terjadinya gangguan sehingga dapat mengurangi daerah padam. Untuk meminimalisir terjadinya gangguan agar tidak semakin meluas maka diperlukan suatu koordinasi antar peralatan proteksi. Salah satunya adalah koordinasi antara PMT Outgoing dengan recloser. Untuk mempermudah pembelajaran mengenai koordinasi proteksi, maka dalam tugas akhir ini dibuat alat simulasi tentang koordinasi antara PMT dengan recloser. Alat simulasi ini menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai pusat pengendali keseluruhan rangkaian, relay OMRON LY2N 12 VDC, sensor arus ZMCT103C, dan sensor tegangan pembagi tegangan. Kemudian untuk memudahkan koordinasi, digunakan SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) sebagai monitoring dan controlling jarak jauh. Hasil dari percobaan yang telah dilakukan pada alat simulasi dapat diperoleh bahwa PMT di setting dengan besar arus 2,1 A dan recloser di setting dengan besar arus 1,1 A. Kemudian pada saat rangkaian beban diberi gangguan zona 1 maka PMT akan mendeteksi arus sebesar 2,2 A sehingga PMT dapat bekerja, dan apabila diberi gangguan zona 2 maka recloser akan mendeteksi arus sebesar 1,2 A sehingga recloser dapat bekerja. Pembacaan pengukuran antara multimeter dan sensor arus ZMCT 103C memiliki selisih pengukuran ratarata sebesar 0,02 A. Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa koordinasi antara PMT dengan recloser berhasil, karena saat gangguan terjadi pada zona 1 hanya PMT yang bekerja dan saat gangguan terjadi pada zona 2 hanya recloser yang bekerja. Kata kunci : Koordinasi, PMT, Recloser, SCADA A protection system is needed in the distribution system to keep the line in good condition and reliable. The aim of protection is to minimize the disruption to the system. Because the disruption cannot be eliminated, the protection system must be able to reduce the area of blackout. To minimize the disruption so as not to become more wides a coordination between protection equipment is needed. One of them is coordination between PMT Outgoing and recloser. For learning activities about protection coordination, a simulation between PMT and recloser is created in this final project. This simulation project uses Arduino Mega 2560 as the main control for the entire circuit, 12 VDC OMRON LY2N relay, ZMCT103C current sensor, and voltage sensor. And also, SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) is used as remote monitoring and controlling. The results of experiments that have been carried out on the simulation project can be obtained that the PMT is set with a current of 2.1 A and the recloser is set with a current of 1.1 A. Then when the load circuit is given by zone 1, the PMT will detect a current of 2.2 A so that the PMT do its job, and if the disruption given in zone 2, the recloser will detect a current of 1.2 A so that the recloser can work. The measurement reading between the multimeter and the ZMCT 103C current sensor has an average measurement difference of 0.02 A. From the experiments it can be concluded that coordination between PMT and recloser was successful, because when disruption occurred in zone 1 only PMT worked and when interference occurred in zone 2 only recloser worked. Keywords: Coordination, PMT, Recloser, SCADA

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions:Faculty of Engineering > Diploma in Electrical Engineering
Faculty of Engineering > Diploma in Electrical Engineering
ID Code:77724
Deposited By:Ms Siti Sundari Vokasi
Deposited On:10 Oct 2019 10:32
Last Modified:10 Oct 2019 10:32

Repository Staff Only: item control page