ESTIMASI SIMPANAN KARBON PADA VEGETASI PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU BESAR UTARA, SIKKA, MAUMERE, NTT DAN PULAU TALANGO UTARA, MADURA

JAN ERICSON , WISMAR SARAGIH SUMBAYAK (2019) ESTIMASI SIMPANAN KARBON PADA VEGETASI PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU BESAR UTARA, SIKKA, MAUMERE, NTT DAN PULAU TALANGO UTARA, MADURA. Undergraduate thesis, Faculty of Fisheries and Marine Sciences.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1140Kb

Abstract

Perubahan iklim yang sedang berlangsung merupakan sebuah permasalahan yang harus dihadapi. Konsep blue carbon adalah salah satu upaya untuk mengurangi emisi gas karbon pemicu pemanasan global dengan cara memanfaatkan vegetasi pesisir sebagai penyerap karbon. Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang dapat menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, persentase penutupan lamun dan kandungan karbon pada lamun di Pesisir Pulau Besar Utara, Maumere, Sikka (Lokasi I ) dan Pulau Talango Utara, Madura (Lokasi II). Penelitian ini menggunakan metode survei dan penentuan lokasi dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan metode pengambilan data lamun melalui metode line transect quadrant dimana metode ini mengacu pada metode LIPI 2017. Perhitungan nilai kerapatan dihubungkan dengan nilai biomassa untuk melihat nilai kandungan karbon pada lamun. Pengamatan nilai kerapatan, persentase penutupan lamun dilakukan di semua titik, sedangkan sampling dilakukan acak menggunakan seagrass core. Perhitungan kandungan karbon menggunakan metode Loss On Ignition (LOI) yang kemudian dikonversikan dengan nilai biomassa pada setiap titiknya. Jenis lamun yang ditemukan pada kedua lokasi sebanyak 5 spesies yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis dan Syringodium isoetifolium. Cymodocea rotundata mendominasi dikedua lokasi dengan kerapatan mencapai 1025 ind/m 2 pada lokasi Pulau Besar Utara, Sikka dan 903 ind/m 2 pada lokasi Pulau Talango Utara, Madura. Nilai biomassa dibawah substrat dan diatas substrat pada Lokasi I (424,60 gbk/m 2 dan 79,67 gbk/m 2 ) menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan nilai biomassa dibawah substrat dan diatas substrat pada Lokasi II (278,88 gbk/m 2 dan 124,32 gbk/m 2 ). Total kandungan karbon pada lokasi Pulau Besar Utara, Maumere, Sikka adalah 41,95 gC/m 2 dan pada lokasi Pulau Talango, Utara adalah 32,30 gC/m 2 . Kandungan karbon lebih banyak tersimpan di jaringan lamun bawah substrat (akar dan rhizoma) dengan spesies E. acoroides sebagai spesies yang mampu menghasilkan biomassa terbesar dan kandungan karbon tertinggi.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
ID Code:77212
Deposited By:Pancasila Wati FPIK
Deposited On:21 Oct 2019 08:19
Last Modified:21 Oct 2019 08:19

Repository Staff Only: item control page