RASIO KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) JANTAN DAN BETINA HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN MANGKANG WETAN TUGU KOTA SEMARANG

ANNISA , RAHMA FIRDAUS (2019) RASIO KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) JANTAN DAN BETINA HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN MANGKANG WETAN TUGU KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Faculty of Fisheries and Marine Sciences.

[img]
Preview
PDF - Published Version
837Kb

Abstract

Kepiting bakau adalah sumber daya hayati kelautan yang dapat dikonsumsi dan berperan penting secara komersial. Karena hal ini permintaan terhadap kepiting bakau meningkat tinggi dan mulai terjadi penangkapan kepiting dalam jumlah besar yang menyebabkan jumlah di alam menurun. Selain itu adanya penangkapan kepiting bakau jantan dan betina yang tidak seimbang menyebabkan ketidakseimbangan populasi kepiting di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata), rasio kelimpahan dan hubungan lebar - berat kepiting bakau jantan dan betina hasil tangkapan di perairan Mangkang Wetan Tugu Kota Semarang. K epiting bakau hasil tangkapan nelayan dihitung jumlahnya, diidentifikasi jenis kelaminnya dan kemudian tiap individu kepiting diukur lebar karapas serta ditimbang bobot kepitingnya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji chi square, analisis regresi dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan kepiting bakau (Scylla serrata) yang tertangkap selama bulan Desember 2018 dan Januari 2019 di dominasi oleh kepiting jantan. Rasio tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) pada bulan Desember 2018 menunjukkan rasio jantan : betina lebih besar (1,65:1 ) dari hasil tangkapan di bulan Januari 2019 (1,21:1). Hubungan lebar karapas dan berat kepiting bakau jantan dan betina pada perairan Mangkang Wetan adalah allometrik karena thitung > ttabel. Kepiting bakau jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik positif karena nilai koefisien pertumbuhan (b) > 3 sedangkan kepiting bakau betina memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif karena nilai b < 3. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa kepiting bakau jantan lebih banyak ditemukan. Banyaknya kepiting jantan yang tertangkap akan menyebabkan terganggunya kestabilan populasi kepiting bakau di alam.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
ID Code:77164
Deposited By:Pancasila Wati FPIK
Deposited On:21 Oct 2019 10:16
Last Modified:21 Oct 2019 10:16

Repository Staff Only: item control page