Peran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Bandeng (Chanos chanos) dalam Menghambat Bakteri Vibrio sp. pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Konsep IMTA

Puteri Natalia , Sari Sinaga (2019) Peran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Bandeng (Chanos chanos) dalam Menghambat Bakteri Vibrio sp. pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Konsep IMTA. Undergraduate thesis, Faculty of Fisheries and Marine Sciences.

[img]
Preview
PDF - Published Version
102Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
263Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
260Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
219Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
94Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
184Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
116Kb

Abstract

Budidaya udang dengan konsep integrated multi trophic aquaculture (IMTA) merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola kualitas air dan menghambat kemungkinan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Ikan nila dan bandeng sebagai organisme sekunder pada budidaya dengan konsep IMTA mengeluarkan mukus yang dapat menghambat pertumbuhan Vibrio sp. pada air budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ikan nila dan bandeng terhadap penurunan jumlah bakteri Vibrio sp., laju pertumbuhan, dan kelulushidupan (SR) udang windu. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu A (udang windu 80 ekor/m 3 ), B (udang windu 80 ekor/m 2 dan ikan nila 300 g/m 3 ) dan C (udang windu 80 ekor/m 3 dan ikan bandeng 300 g/m 3 ). Penelitian dilakukan selama 30 hari. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah bakteri total, jumlah bakteri Vibrio sp., ratio bakteri total dengan Vibrio sp., zona hambat mukus ikan nila dan bandeng, pola kematian, RGR, SGR, bobot mutlak dan SR udang windu, kualitas air dan bahan organik substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila (O. niloticus) dan bandeng (C. chanos) dapat menghambat Vibrio sp. Rata-rata Vibrio sp. perlakuan A sebesar 2,26 x 10 4 CFU/mL, perlakuan B sebesar 1,2 x 10 4 CFU/mL dan perlakuan C sebesar 1,3 x 10 4 CFU/mL. Perlakuan A didominasi oleh bakteri Vibrio sp. sebesar 70,41%. Perlakuan B dan C bakteri Vibrio sp. tidak mendominasi, dengan persentase Vibrio sp. masing-masing sebesar 16,82% dan 37,01%. Zona hambat mukus ikan nila sebesar 4,3 mm dan zona hambat mukus ikan bandeng sebesar 2,7 mm. Perlakuan yang diterapkan berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif (RGR), laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan bobot mutlak udang windu (P. monodon) dengan rata-rata RGR, SGR, dan bobot mutlak udang windu terbaik pada perlakuan B sebesar 54,82 ± 2,92%/30 hari, 9,53 ± 0,17%/hari dan 0,80 ± 0,04 g. Perlakuan yang diterapkan tidak berpengaruh terhadap kelulushidupan (SR) udang windu.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fisheries
ID Code:76914
Deposited By:Pancasila Wati FPIK
Deposited On:21 Oct 2019 12:19
Last Modified:21 Oct 2019 12:19

Repository Staff Only: item control page