Perkembangan Gonad Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dengan Penyuntikan Hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin) Dosis Berbeda secara Berkala

Nabilla , Aprilia (2019) Perkembangan Gonad Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dengan Penyuntikan Hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin) Dosis Berbeda secara Berkala. Undergraduate thesis, Faculty of Fisheries and Marine Sciences.

[img]
Preview
PDF - Published Version
313Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
144Kb

Abstract

Ikan nilem (Osteochilus hasselti) merupakan salah satu ikan yang bernilai ekonomis. Produksi ikan nilem pada tahun 2009 – 2011 bersifat fluktuatif. Penyebab fluktuasi tersebut adalah ketersediaan ikan nilem yang masih terkendala. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem reproduksi pada induk betina ikan nilem perlu ditingkatkan. Kelebihan dari induk betina adalah memiliki sifat matang gonad yang lebih cepat dibandingkan dengan induk jantan. Secara alami ikan nilem membutuhkan waktu tiga bulan untuk proses matang gonad. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan induk ikan nilem masih terkendala karena para pembudidaya hanya mendapatkan induk dari perairan umum. Hal tersebut dikarenakan siklus reproduksi ikan nilem masih bergantung pada musim. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya dengan melakukan sistem rekayasa hormonal dengan menggunakan hormon hCG. Sistem kerja hormon hCG seperti hormon FSH dan LH, dimana FSH merangsang produksi estradiol dari sintesis testosteron dengan enzim aromatase pada sel granulosa, kemudian estradiol akan diteruskan ke hati untuk proses pembentukan vitelogenin yang selanjutnya akan diserap oleh oosit melalui peredaran darah dan menyebabkan perkembangan gonad pada ikan nilem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan hormon hCG secara berkala dan pemberian dosis terbaik pada perkembangan gonad ikan nilem (O. hasselti). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2019 di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Ngrajek, Magelang, Jawa Tengah. Hewan uji yang digunakan adalah ikan nilem betina dengan bobot sekitar 100 gram. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dosis yang digunakan adalah 0, 100, 200 dan 300 IU/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis 200 IU/kg secara keseluruhan memberikan hasil lebih baik karena memiliki nilai pertumbuhan bobot mutlak 28,00±2,82 gram, nilai gonado somatic index (GSI) 23,61±1,47% dan nilai hepato somatic index (HSI) 1,20±0,08%. Kata kunci: Perkembangan gonad, Nilem, hCG

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fisheries
ID Code:76913
Deposited By:Pancasila Wati FPIK
Deposited On:21 Oct 2019 12:19
Last Modified:21 Oct 2019 12:19

Repository Staff Only: item control page