Penggunaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) untuk Menghambat Vibrio sp. pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Sistem IMTA

Dyah , Ayu Wulandary (2019) Penggunaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) untuk Menghambat Vibrio sp. pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Sistem IMTA. Undergraduate thesis, Faculty of Fisheries and Marine Sciences.

[img]
Preview
PDF - Published Version
838Kb

Abstract

Budidaya udang dengan konsep IMTA merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola kualitas air dan mereduksi kemungkinan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Ikan nila sebagai organisme sekunder pada budidaya dengan konsep IMTA memiliki lendir yang dapat menghambat pertumbuhan Vibrio sp. pada air budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ikan nila dengan kepadatan yang berbeda dalam menghambat bakteri Vibrio sp., dan mengetahui peran ikan nila terhadap laju pertumbuhan relatif (RGR) dan kelulushidupan (SR) udang windu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 – Februari 2019 di Desa Tambak Bulusan, Demak, Jawa Tengah. Ikan uji yang digunakan adalah benih udang windu PL 30 yang berukuran 1,47±0,08 cm dan ikan nila berukuran 5,67±0,57cm. Rancangan penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu A (udang windu 80 ekor/m 2 ), B (udang windu 80 ekor/m 2 + ikan nila 250 g/m 2 ), C (udang windu 80 ekor/m 2 + ikan nila 300 g/m 2 ), dan D (udang windu 80 ekor/m 2 + ikan nila 350 g/m 2 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila memiliki peran untuk menghambat bakteri Vibrio sp. Rata-rata total bakteri perlakuan A 3,14 × 10 4 CFU/mL, perlakuan B 3,92 × 10 4 CFU/mL, perlakuan C 0,76 × 10 5 CFU/mL, dan perlakuan D 1,14 × 10 5 CFU/mL. Rata-rata bakteri Vibrio sp. perlakuan A 2,26× 10 4 CFU/mL, perlakuan B 1,23 × 10 4 CFU/mL, C 1,23 × 10 4 CFU/mL, dan perlakuan D 1,23 × 10 4 CFU/mL. Diameter zona hambat pada konsentrsi lendir 100%, 50% dan 25% lendir ikan nila yaitu 4,3 mm, 3,1 mm, 2,0 mm. Nilai RGR udang windu perlakuan A 34,61±1,10%, perlakuan B 42,51±2,21%, C 55,99±2,15%. dan perlakuan D 46,13±3,00%. Nilai SR udang windu perlakuan A 78,75±4,31%, perlakuan B 82,08±1,91%, perlakuan C 83,33±3,61% dan perlakuan D 81,25±3,31%. Nilai kisaran parameter kualitas air selama penelitian masih layak digunakan untuk budidaya. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan C karena memiliki nilai RGR dan nilai SR paling tinggi.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fisheries
ID Code:76902
Deposited By:Pancasila Wati FPIK
Deposited On:21 Oct 2019 12:22
Last Modified:21 Oct 2019 12:22

Repository Staff Only: item control page