Perkembangan Gonad Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) yang Disuntik Estradiol 17β Dosis Berbeda secara Berkala

Anis , Marfuah (2019) Perkembangan Gonad Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) yang Disuntik Estradiol 17β Dosis Berbeda secara Berkala. Undergraduate thesis, Faculty of Fisheries and Marine Sciences.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1069Kb

Abstract

Ikan nilem (Osteochilus hasselti) adalah salah satu ikan endemik Indonesia yang potensial untuk dikembangkan, telur ikan nilem mencapai 18-26% dari bobot tubuhnya. Benih ikan nilem pun banyak dimanfaatkan sebagai ikan terapi. Periode pemijahan ikan nilem yaitu 3 atau 4 bulan sekali. Namun puncak pemijahan terjadi pada musim hujan, sehingga perlu adanya teknologi pengelolaan induk untuk meningkatkan perkembangan gonad salah satunya dengan pemberian hormon. Hormon estradiol 17β berperan penting dalam proses vitelogenesis dan perkembangan gonad. Tingginya kadar estradiol 17β akan meningkatkan perkembangan gonad pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon estradiol 17β terhadap perkembangan gonad ikan nilem dan dosis terbaiknya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 07 Januari – 28 Februari 2019 di Loka PBIAT Ngrajek, Magelang. Hewan uji yaitu 48 ekor ikan nilem (O. hasselti) dan berat ±100 gram dengan umur 10 bulan yang sudah memasuki TKG III. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dosis estradiol yang digunakan yaitu A (0 µg/kg), B (100 µg/kg), C (200 µg/kg) dan D (300 µg/kg). Data yang diamati meliputi bobot mutlak, panjang mutlak, indeks kematangan gonad (IKG), TKG, indeks hepato somatik (IHS) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot mutlak perlakuan A sebesar 24.25±0.66 gram, B 23.33±2.92 gram, C 27.92±2.84 gram dan D 29.08±2.32 gram. Panjang mutlak perlakuan A 1.43±0.25 cm, B 1.42±0.19 cm, C 1.46±0.21 cm dan D 1.52±0.27 cm. IKG sebesar A 14.86±1.83%, B 17.50±0.97%, C 18.34±1.58% dan D 20.41±1.31%. TKG tertinggi yaitu perlakuan C dan D semua sampel TKG IV pada hari ke30, IHS perlakuan A sebesar 0.76±0.26%, B 0.92±0.05%, C 1.08±0.09% dan D 1.29±0.08%. Kualitas air suhu 26,7-28,4˚C, DO 3-4,0 mg/l dan pH 7-8. Penyuntikkan estradiol 17β dosis berbeda secara berkala memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot mutlak, IKG dan IHS, sedangkan pada panjang mutlak tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Perlakuan terbaik adalah perlakuan C dosis estradiol 200 µg/kg yang menghasilkan indeks kematangan gonad 18.34±1.58%.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fisheries
ID Code:76894
Deposited By:Pancasila Wati FPIK
Deposited On:21 Oct 2019 12:25
Last Modified:21 Oct 2019 12:25

Repository Staff Only: item control page