Perubahan Garis Pantai dan Dampaknya terhadap Suksesi dan Kerentanan Mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial Hutan Mangrove Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang

Ika , Febriana (2019) Perubahan Garis Pantai dan Dampaknya terhadap Suksesi dan Kerentanan Mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial Hutan Mangrove Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Undergraduate thesis, Faculty of Fisheries and Marine Sciences.

[img]
Preview
PDF - Published Version
526Kb

Abstract

Hutan mangrove Indonesia merupakan yang terluas di dunia yaitu dengan luas 3,75 juta Ha (FAO, 2007). Seiring berjalannya waktu, luas hutan mangrove di Indonesia semakin menyusut karena faktor alam maupun manusia. Degradasi mangrove yang disebabkan oleh akresi dan erosi pantai dapat menyebabkan berubahnya struktur komunitas mangrove baik persebaran benih, kerapatan, populasi dan distribusi serta memungkinkan untuk terjadinya suksesi mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan garis pantai pada tahun 2013 dan 2018, suksesi dan kerentanan mangrove serta mengetahui dampak perubahan garis pantai dengan suksesi dan kerentanan mangrove. Metode yang digunakan yaitu analisis deskripstif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terjadi pengurangan panjang garis pantai dari tahun 2013 - 2018 yaitu sepanjang 2,48 Km. Terjadi akresi sebanyak 1,398 Km 2 dan erosi sebanyak 2, 198 Km 2 . Akibat perubahan garis pantai banyak ditemukan mangrove yang mati karena tenggelam oleh air laut. Tingkat kerja osmosis akar napas mangrove berada pada kondisi hipo-osmotik. Spesies mangrove yang paling banyak ditemukan adalah Rhizopora mucronata. Kerapatan mangrove berdasarkan hasil lapangan masih tergolong sedang hingga rapat. Berdasarkan NDVI, tingkat kerapatannya jarang hingga sedang. Perubahan tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap zonasi mangrove. Kematian sebagian mangrove disebabkan oleh efek klorisodikasi akibat lamanya genangan air laut yang terlalu lama yang memasuki wilayah hutan mangrove akibat adanya erosi pantai. Wilayah tersebut memiliki kerentanan yang tergolong tinggi yaitu dengan skor 14,43 sehingga perlu diwaspadai dan diperhatikan pengelolaannya.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fisheries
ID Code:76866
Deposited By:Pancasila Wati FPIK
Deposited On:21 Oct 2019 13:44
Last Modified:21 Oct 2019 13:44

Repository Staff Only: item control page