Tampilan Konsumsi Bahan Kering dan Produksi Susu Kambing Peranakan Ettawa (PE) Akibat Perbedaan Imbangan Hijauan dan Konsentrat

SRI AGUS , BAMBANG SANTOSO and ANI , SUSTIYAH (2003) Tampilan Konsumsi Bahan Kering dan Produksi Susu Kambing Peranakan Ettawa (PE) Akibat Perbedaan Imbangan Hijauan dan Konsentrat. Working Paper. Universitas Diponegoro. (Unpublished)

[img]Microsoft Word - Presentation
Restricted to Repository staff only

44Kb
[img]
Preview
PDF - Supplemental Material
19Kb

Abstract

ASTIE SUKMA WARDANI. H.2B0.99.016. 2003. Tampilan Konsumsi Bahan Kering dan Produksi Susu Kambing Peranakan Ettawa (PE) Akibat Perbedaan Imbangan Hijauan dan Konsentrat. (Pembimbing : SRI AGUS BAMBANG SANTOSO dan ANI SUSTIYAH ). Penelitian ini bertujuan mengkaji tampilan konsumsi bahan kering dan produksi susu kambing Peranakan Ettwa (PE) akibat perbedaan imbangan hijauan dan konsentrat. Penelitian ini dilaksanakan di labotarium ternak perah Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang pada tanggal 3 Desember 2002 sampai 18 Februari 2003. Materi penelitian terdiri atas 6 ekaor kambing PE laktasi III pada bulan laktasi kedua dengan bobot badan awal rata-rata 39,57±6,49 kg (CV = 16,40%) dan produksi susu 553,81±86,78 ml (CV= 15,21%). Pakan yang digunakan terdiri atas hijauan dan konsentrat. Hijauan yang digunakan adalah angsana sedangkan konsentrat yang digunakan adalah konsentrat pabrik. Alat yang digunakan yaitu timbangan merk” Protinal” berkapasitas 300 kg untuk menimbang bobot badan, timbangan merk “Lion Star” berkapasitas 3 kg untuk menimbang hijauan dan konsentrat, dan gelas ukur merk”Scarllet”berkapasitas 1 liter untuk mengukur kuantitas susu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (T) dan dua ulangan (U). T2 (imbangan hijauan dan konsentrat = 50:50), dan T3 (imbangan dan konsentrat 30:70). Parameter utama yang diamati antara lain konsumsi bahan kering dsan produksi susu. Data dihitung dengan analisis peragam yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan bila terjadi signifikasi. Hasil penelitian mmenunjukan bahwa rerata konsumsi bahan kering pada perlakuan T3 (1986,67 gr/ekor/hari) nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan T1 dan T2 (1017,95 gr/ekor/hari dan 1318,81 gr/ekor/hari) sedangkan rerata konsumsi bahan kering pada perlakuan T1 dan T2 tidak berbeda (P>0,05). Rerata produksi susu kambing pada perlakuan T3 (627,14 ml/ekor/hari) nyata lebih banyak (P<0,05) dibanding T1 dan T2 (495,00 ml/ekor/hari dan 612,86 ml/ekor/hari). Rerata produksi susu T1 dan T2 tidak berbeda (P>0,05). Efisiensi pakan dan pertambahan bobot badan antara perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa peningkatan pemberian konsentrat akan meningkatkan konsumsi bahan kering, dan produksi susu. Imbangan hijauan dan konsentrat sampai taraf 30 : 70 dapat diberikan pada kambing perah. Kata kunci : Peranakan Ettawa (PE), hijauan, konsentrat, bahan kering, produksi susu

Item Type:Monograph (Working Paper)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:767
Deposited By:Mr. Produksi Ternak
Deposited On:01 Oct 2009 11:37
Last Modified:03 Oct 2009 22:34

Repository Staff Only: item control page