Pengukuran Antropometri Sebagai Prediktor Sindrom Metabolik

Candra, Aryu Pengukuran Antropometri Sebagai Prediktor Sindrom Metabolik. In: Semarang Center Nutrition Update. (Unpublished)

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

626Kb

Abstract

Latar belakang: Prevalensi sindrom metabolik dewasa ini semakin meningkat. Diagnosis sindrom metabolik ditegakkan dengan pemeriksaan darah yang membutuhkan biaya tinggi. Pengukuran antropometri merupakan salah satu metode yang murah dan non invasif yang dapat memprediksi adanya sindrom metabolik. Tujuan : Mengetahui hubungan antara lingkar leher dan lingkar pergelangan tangan dengan sindrom metabolik. Metode : Penelitian ini adalah penelitian studi observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan Kota Semarang. Subjek penelitian sebanyak 72 pria dan wanita usia 50-70 tahun. Variabel yang diambil adalah lingkar leher, dan lingkar pergelangan tangan. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : Sebanyak 79,2% subjek mengalami sindrom metabolik.Berdasarkan indikator sindrom metabolik diketahui 57,3% subjek mengalami hipertensi, 61,8% mempunyai obesitas sentral, 58,3% memiliki kadar HDL tidak normal, 50% memiliki kadar trigliserid tinggi, dan 76,3% memiliki kdar gula darah tinggi. Rerata Lingkar pergelangan tangan 16,06 ± 1,28 cm dan rerata lingkar leher 34,94 ± 4,02 cm. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara yang bermakna antara Lingkar Leher dan Lingkar Pergelangan Tangan dengan Sindrom Metabolik. Kata Kunci : Lingkar Leher, Lingkar Pergelangan Tangan, Sindrom Metabolik.

Item Type:Conference or Workshop Item (Speech)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:76291
Deposited By:Ms Lutfiatun Heni
Deposited On:18 Sep 2019 08:42
Last Modified:18 Sep 2019 08:42

Repository Staff Only: item control page