ACTIO PAULIANA SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM KREDITOR TERHADAP DEBITOR PAILIT YANG BERITIKAD BURUK (STUDI KASUS PUTUSAN NO. 01/PDT.SUS.ACTIO PAULIANA/2014/PN.NIAGA.JKT.PST)

Oktavian, Syahril and Suharto, R. and Mahmudah, Siti (2019) ACTIO PAULIANA SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM KREDITOR TERHADAP DEBITOR PAILIT YANG BERITIKAD BURUK (STUDI KASUS PUTUSAN NO. 01/PDT.SUS.ACTIO PAULIANA/2014/PN.NIAGA.JKT.PST). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kurator merupakan pihak yang berwenang untuk mengurus dan membereskan boedel pailit setelah Debitor dinyatakan pailit hal ini juga bertujuan untuk melindungi harta pailit terhadap perbuatan hukum Debitor yang dapat merugikan kreditornya, salah satunya dengan mengajukan gugatan action pauliana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 Ayat (1) UUK-PKPU. Actio pauliana diatur dalam Pasal 41 sampai dengan 49 UUK-PKPU. Tujuan actio pauliana adalah untuk mengembalikan harta Debitor yang sudah dialihkan kepada pihak ketiga dalam jangka waktu 1 tahun sebelum putusaan pernyataan pailit diucapkan. salah satu contoh kasus actio pauliana yang menarik untuk diteliti adalah kasus PT Metro Batavia sebagaimana Putusan Nomor 01/ PDT.SUS/ ACTIO PAULIANA/ 2014/ PN.NIAGA.JKT.PST, Majelis Hakim mengabulkan gugatan actio pauliana yang dilakukan oleh Tim Kurator PT Metro Batavia karena diketahui bahwa perbuatan hukum berupa pengalihan asset yang dilakukan oleh Direktur PT Metro Batavia kepada pihak lain dapat merugikan para kreditornya. Oleh karenanya perbuatan hukum tersebut dapat dikualifikasikan sebagai Itikad buruk. Salah satu bentuk perlindungan hukum bagi Kreditor Pailit adalah harta benda yang berada dalam penguasaan pihak ketiga tersebut dikembalikan kepada Kuratot untuk dimasukkan kedalam boedel pailit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normative (yuridis normative) dengan spesifikasi penelitian adalah penelitian yang bersifat deskriptif analitis. Metode pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan meneliti data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, maka asas itikad buruk merupakan hal penting dalam dasar landasan gugatan actio pauliana karena hal tersebut berkaitan dengan perbuatan hukum dalam hukum privat. Selanjutnya perlindungan hukum dari akibat gugatan action pauliana sudah cukup memadai karena benda yang berada di penguasaan pihak ketiga dikembalikan kepada kurator untuk di masukkan kedalam boedel pailit

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Faculty of Law > Department of Law
ID Code:76235
Deposited By:Mr Ngalip Martono FH
Deposited On:17 Sep 2019 11:11
Last Modified:17 Sep 2019 11:11

Repository Staff Only: item control page