PERILAKU DESIKASI LAPISAN TANAH PENAHAN LINDI KOMPOSIT FLY ASH BENTONIT

Ningsih, Sri Wahyu and Budihardjo, M. Arief and Sutrisno, Endro (2019) PERILAKU DESIKASI LAPISAN TANAH PENAHAN LINDI KOMPOSIT FLY ASH BENTONIT. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
65Kb

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini, produksi sampah yang terus menerus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk menyebabkan sampah harus dikelola dan diolah dengan semaksimal mungkin agar tidak menimbulkan pencemaran bagi lingkungan sekitar yang dapat merusak lingkungan dan menimbulkan penyakit terhadap kesehatan manusia. Lokasi TPA berkaitan dengan terjadinya pencemaran lindi (leachate) ke badan air maupun air tanah. Sistem pelapis dasar (liner) yang baik dibutuhkan untuk mencegah lindi masuk ke dalam air tanah. Salah satu komponen utama sistem liner adalah lapisan kedap yang dapat menahan resapan lindi tidak masuk ke lapisan tanah (Damanhuri dan Tri P., 2010). Tanah yang dipadatkan banyak digunakan untuk sistem liner. Efektivitas sistem dipengaruhi oleh permeabilitas dan ketebalan liner (Daniel dan Wu, 1993). Menurut Lampiran III Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.03/PRT/M/2013 tentang penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan menyatakan bahwa koefisien permeabilitas lapisan dasar TPA harus lebih kecil dari 10-6 cm/det. Material fly ash memiliki koefisien permeabilitas yang tidak sesuai dengan ketentuan, yaitu sebesar 1,653 x 10-6 cm/det. Sehingga ditambahkan dengan material bentonit yang memiliki nilai permeabilitas yang rendah dengan variasi 15%, 20%, dan 25%. Komposit fly ash bentonit yang memenuhi syarat nilai permeabilitas dan pengaruh terhadap perilaku desikasi rendah yaitu fly ash + 20% bentonit. Teknik pengolahan gambar digital yang digunakan untuk menghitung nilai faktor intensitas keretakan (CIF) menggunakan software Matlab 2018a. Hasil penelitian perilaku desikasi menunjukkan bahwa nilai CIF pada sampel fly ash murni, fly ash + 15% bentonit, fly ash + 20% bentonit , dan fly ash + 25% bentonit adalah 0,0197%, 1,007%, 0,870%, dan 1,190% dan menunjukkan nilai kadar air sebesar 11,584%, 29,281%, 37,072%, dan 43,205%. Dengan demikian alternatif lapisan penahan lindi adalah fly ash + 20% bentonit dengan nilai CIF sebesar 0,870% dan nilai kadar air sebesar 37,072%. Kata Kunci : Fly Ash, Bentonit, Kadar Air, dan Dessication Cracks

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
ID Code:76097
Deposited By:Ms teknik lingkungan
Deposited On:09 Sep 2019 12:15
Last Modified:09 Sep 2019 12:15

Repository Staff Only: item control page