Analisis Perbandingan Kasus Perdagangan Narkoba: Studi kasus Indonesia dan Malaysia 2008-2015

Yunita Mustika , Ningsih (2019) Analisis Perbandingan Kasus Perdagangan Narkoba: Studi kasus Indonesia dan Malaysia 2008-2015. Undergraduate thesis, Faculty of Social and Political Sciences.

[img]
Preview
PDF - Published Version
489Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
187Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
1625Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
126Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
76Kb

Abstract

Indonesia menjadi sasaran empuk peredaran narkoba karena terletak di antara dua benua dan dua samudera. Dengan pengaruh globalisasi dan transportasi yang sangat maju serta banyaknya akses masuk ke wilayah Indonesia menjadi penunjang mudahnya peredaran Narkoba di wilayah Indonesia. Perdagangan narkoba saat ini semakin meningkat padahal di beberapa negara telah menerapkan peraturan yang cukup ketat untuk kasus perdagangan narkoba. Penelitian ini dikembangkan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan kasus perdagangan narkoba di Indonesia dan Malaysia pada tahun 2008-2015. Menggunakan teori realisme, penelitian ini menemukan bahwa Narkoba dianalogikan sebagai ancaman atas keamanan kedua negara yaitu Indonesia dan Malaysia kemudian Indonesia dan Malaysia menerapkan hukuman mati sebagai alat perlindungan dari menyebar dan semakin banyaknya korban dan kerugian yang diakibatkan oleh perdagangan Narkoba, maka disini dapat dilihat bahwa Indonesia dan Malaysia menggunakan pemikiran realisme defensif. Hasil penelitian menunjukkan persamaan kasus narkoba di Indonesia dan Malaysia adalah Dari tahun 2008-2015, jumlah kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia dan Malaysia sama-sama menempati peringkat teratas, jalur edar narkoba antara Indonesia dan Malaysia adalah jalur edar ekstasi dari Indonesia ke Malaysia, pelaku penyalahgunaan narkoba di Indopnesia dan Malaysia adalah jumlah warga negara lokal asal Indonesia dan Malaysia yang menjadi pelaku penyalahgunaan narkoba adalah yang terbanyak dan mengalami peningkatan setiap tahun. Perbedaannya adalah dari tahun 2008-2015, jumlah penyalahgunaan zat adiktif lainnya di Indonesia menempati peringkat kedua sedangkan di Malaysia jumlah penyalahgunaan zat adiktif lainnya menempati peringkat ketiga dan penggunaan psikotropika menempati peringkat kedua. Jenis Narkotika terbanyak yang digunakan di Indonesia ialah jenis Ganja sedang jenis narkotika terbanyak yang digunakan di Malaysia adalah pil-pil ATS

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:J Political Science > JZ International relations
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations
ID Code:75254
Deposited By:Perpustakaan Fisip Undip
Deposited On:26 Aug 2019 08:26
Last Modified:26 Aug 2019 08:26

Repository Staff Only: item control page