SINTESIS SILIKA GEL MENGGUNAKAN MOLEKUL PENGARAH AMMONIUM KARBONAT

Akbar, Radius (2008) SINTESIS SILIKA GEL MENGGUNAKAN MOLEKUL PENGARAH AMMONIUM KARBONAT. In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
83Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Salah satu limbah pertanian Indonesia yang melimpah adalah sekam padi, sampai saat ini pemanfaatannya belum optimal. Dalam sekam padi banyak terkandung unsur silikon yang merupakan bahan dasar untuk pembuatan silika gel. Oleh karena itu sekam padi dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku dalam industri pembuatan silika gel. Silika gel yang biasa dibuat memiliki ukuran pori yang tidak seragam, sehingga perlu dipelajari pembuatan silika gel yang dapat menghasilkan ukuran pori yang seragam. Metode yang dapat digunakan ialah dengan menggunakan molekul pengarah dalam proses pembentukan pori, dalam penelitian ini digunakan ammonium karbonat sebagai molekul pengarah. Sintesis silika gel dari sekam padi terdiri dari 2 tahap yaitu tahap pembentukan natrium silikat dan tahap pembentukan silika gel. Natrium silikat dihasilkan dengan merefluk abu sekam padi dengan NaOH 1 M pada suhu 1000C. Pembentukan gel dilakukan dengan menambahkan HCl 2 M kedalam larutan natrium silikat hingga gelasi mencapai optimum. Silika gel dengan molekul pengarah dibuat dengan menambahkan ammonium karbonat kedalam larutan natrium silikat. Silika gel dibuat dengan variasi pH akhir gelasi 5,7,9 dan gelasi bertahap. Karakterisasi silika gel hasil sintesis dilakukan dengan menggunakan FTIR, Surface Area Analyzer (SAA) dan juga diuji adsorptivitasnya terhadap ekstrak kunyit dengan 2 metode yaitu metode batch dan metode KLT. Hasil SAA menunjukkan silika gel hasil sintesis memiliki distribusi ukuran pori yang seragam, distribusi ukuran pori yang dominan pada daerah mesopori (20-500 Å). Silika gel dengan dua tahap gelasi merupakan silika gel yang paling baik digunakan untuk mengadsorpsi senyawa ekstrak kunyit, pada λ=420 nm mampu menurunkan intensitas warna ekstrak kunyit sebesar 18,36 %, dengan metode KLT terhadap ekstrak kunyit dapat memisahkan 3 komponen zat warna yaitu kurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin dengan harga Rf masing-masing 0,7; 0,6 dan 0,5.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:7504
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:23 Mar 2010 09:34
Last Modified:23 Mar 2010 09:34

Repository Staff Only: item control page