BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (Studi Kasus di Kabupaten Jayapura)

SRILIGA, Yohanis Rima and Subagio, Hertanto Wahyu and Setyawan, Henry (2016) BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (Studi Kasus di Kabupaten Jayapura). Masters thesis, Program of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
324Kb
[img]
Preview
PDF
317Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1073Kb
[img]
Preview
PDF
234Kb

Abstract

Latar Belakang: Penelitian mengenai faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri sudah banyak dilakukan, namun penyakit malaria dan kecacingan sebagai faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri masih jarang dilakukan. Propinsi Papua merupakan propinsi dengan kejadian malaria tertinggi di Indonesia. Prevalensi malaria di Propinsi Papua mencapai 28,6% masih jauh berada diatas prevalensi nasional 6,0%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Jayapura. Metode: Rancangan penelitian adalah Cross-Sectional. Populasi target dalam penelitian ini adalah semua remaja putri yang ada di Kabupaten Jayapura dengan responden sejumlah 94 remaja putri. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Analisis data bertahap mulai dari univariat, bivariat dilanjutkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil: Penelitian ini ditemukan empat ramaja putri yang menderita kecacingan (Ascaris lumbricoides) semuanya (100%) mengalami anemia. Untuk status malaria ditemukan tiga remaja putri yang terinfeksi plasmodium malaria (Plasmodium vivax) semuanya (100%) mengalami anemia. Faktor lain yang terbukti sebagai faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri adalah status ekonomi rendah, jumlah asupan protein kurang, jumlah asupan zat besi (Fe) kurang dan jumlah asupan vitamin C kurang. Simpulan: Probabilitas remaja putri mengalami anemia pada penelitian ini adalah sebesar 99,5% disebabkan karena status ekonomi kurang, jumlah asupan protein kurang, jumlah asupan zat besi (Fe) kurang dan jumlah asupan vitamin C kurang. Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Faktor risiko. Backround: The research on the risk factors of anemia among adolescent girls has predominantly been conducted, but malaria and worm infection as a risk factor for the incidence of anemia among adolescent girls are still rarely. Papua Province is the province with the highest incidence of malaria in Indonesia. The prevalence of malaria in Papua Province reached 28.6% is still far above the national prevalence of 6.0%. The purpose of this study was to examine the risk factors of anemia among adolescent girls in the district of ayapura. Methods: The method of the research was cross-sectional. The target population in this research was all adolescent girls in Jayapura District. The respondents were 94 adolescent girls. The taken sample used cluster sampling. The data was gradually analyzed from univariate, bivariate, followed by multivariate analysis using multiple logistic regretion. Results: This study found four adolescent girls who suffer from worm infection (Ascaris lumbricoides) and all of them (100%) experience anemia. For malaria status, it is found that three teenage girls are infected with malaria plasmodium (Plasmodium vivax) and all of them (100%) experience anemia. Another factor that proved to be a risk factor for anemia in adolescent girls are low economic status, deficiency in the protein, the iron (Fe), and the vitamin C. Conclusion: The probability of adolescent girls suffer from anemia in this study was of 99.5%. It is caused by low economic status, deficiency in the protein, the iron (Fe), and the vitamin C. Keywords: Anemia, adolescent girls, risk factors.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Epidemiology
ID Code:75032
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:02 Aug 2019 11:44
Last Modified:02 Aug 2019 11:44

Repository Staff Only: item control page