ANEMIA PADA MASA KEHAMILAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO BAYI BERAT LAHIR RENDAH ATERM

SAFITRI, Nirmala and Soejoenoes, Ariawan and Setyawan, Henry (2016) ANEMIA PADA MASA KEHAMILAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO BAYI BERAT LAHIR RENDAH ATERM. Masters thesis, Program of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
557Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1453Kb

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR) di Indonesia tahun 2013 sebesar 10,2%, akan tetapi data sebenarnya mungkin sedikit berbeda karena masih banyak persalinan yang tidak dilaporkan. BBLR disebabkan banyak faktor, diantaranya anemia. Lebih dari 50% ibu hamil menderita anemia. Anemia meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas dalam kehidupan maternal dan neonatal. Beberapa penelitian tentang anemia ibu menunjukkan hasil yang berbeda terhadap risiko BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah anemia pada masa kehamilan berisiko melahirkan BBLR aterm. Metode : Penelitian kasus kontrol dilakukan pada 111 ibu di Kota Semarang (37 kasus dan 74 kontrol). Data sekunder dikumpulkan dari wawancara dan catatan kehamilan ibu, serta diperkuat dengan wawancara mendalam. Kemudian data dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-square) dan multivariate (logistic regression). Hasil : Anemia tidak terbukti merupakan faktor risiko BBLR aterm (OR = 1,4, 95% CI = 0,6 – 3,1). Faktor-faktor yang terbukti merupakan faktor risiko BBLR aterm adalah usia ibu <20 tahun atau >35 tahun (OR = 3,1; 95% CI = 1,0 – 9,0) dan ada riwayat melahirkan BBLR sebelumnya (OR = 11,7; 95% CI = 2,9 – 46,4), dengan probabilitas sebesar 78,2%. Simpulan : Usia ibu <20 tahun atau >35 tahun dan ada riwayat melahirkan BBLR sebelumnya terbukti merupakan faktor risiko BBLR aterm. Saran : Agar ibu tidak hamil pada usia < 20 tahun atau > 35 tahun dan melakukan pemeriksaan kehamilan sejak dini. Kata kunci : anemia pada masa kehamilan, faktor risiko, bayi berat lahir rendah aterm Background : The prevalence of low birth weight (LBW) in Indonesia in 2013 amounted to 10.2%, but the valid data of LBW might be slight different, because many deliveries were not reported. LBW due to multifactor, one of which is anemia. During pregnancy,>50% of pregnant women suffer from anemia, which may increase the risk of morbidity and mortality in maternal and neonatal life. However, some studies of maternal anemia show difference results on the risk of LBW. This study examined whether anemia in pregnancy would be at higher risk of term LBW. Methods : The case-control study was conducted on 111 mothers in Semarang (37 cases and 74 controls). Secondary data collected from interviews and pregnancy’s record, supported by indepth interview. Then, data were analyzed by univariate, bivariate (Chi-square) and multivariate (multiple logistic regression) statistics. Results : Anemia wasn’t proved as a risk factor of term LBW (OR = 1.4, 95% CI = 0.6 to 3.1). The proven risk factors of term LBW are maternal age at <20 y.o or >35 y.o (OR = 3.1; 95% CI = 1.0 to 9.0) and the history of previous LBW (OR = 11.7; 95% CI = 2.9 to 46.4), with the probability of 78.2%. Conclusions : Maternal age <20 years or >35 years and the history of previous LBW are proved to be the risk factors for term LBW. Suggestion : Women should not pregnant at age < 20 y.o or > 35 y.o and take early pregnancy visit. Keywords: anemia during pregnancy, risk factors, term low birth weight babies

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Epidemiology
ID Code:75026
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:02 Aug 2019 11:25
Last Modified:02 Aug 2019 11:25

Repository Staff Only: item control page