PRODUKTIVITAS DAN LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DI EKOSISTEM MANGROVE MANGUNHARJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG

RAHMILA, Yulizar Ihrami and Yulianto, Bambang and Muhammad, Fuad (2019) PRODUKTIVITAS DAN LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DI EKOSISTEM MANGROVE MANGUNHARJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG. Masters thesis, School of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
174Kb
[img]
Preview
PDF
172Kb
[img]
Preview
PDF
140Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

402Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

514Kb
[img]
Preview
PDF
106Kb
[img]
Preview
PDF
139Kb

Abstract

Ekosistem mangrove mempunyai peranan penting dalam kaitannya dengan produktivitas dan laju dekomposisi serasah. Oleh karena itu, penelitian mengenai produktivitas dan laju dekomposisi serasah di Ekosistem Mangrove Mangunharjo perlu dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran mengenai produktivitas dan laju dekomposisi serasah, mengingat serasah sebagai penyumbang terbesar pada kesuburan estuari dan perairan pantai. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengukur produktivitas dan laju dekomposisi serasah serta kandungan unsur hara yang dilepas (C organik, N, dan P) selama proses dekomposisi serasah dan dan keanekaragaman serta dominansi spesies di Ekosistem Mangrove Mangunharjo. Metode yang digunakan untuk mengukur komposisi jenis adalah metode kombinasi antara metode jalur dengan metode garis berpetak. Transek garis berada pada posisi dari arah pantai ke arah darat terdiri atas petak-petak contoh (plot) berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 10 m x 10 m untuk pohon. Metode untuk mengukur produktivitas serasah adalah litter-trap yang berukuran 1 x 1 m2. Serasah dari 6 litter trap dikoleksi setiap dua minggu sekali selama dua bulan. Komponen mangrove yaitu daun kemudian beratnya diukur, selanjutnya dikeringkan pada suhu 80 °C sampai berat konstan dengan menggunakan satuan gram/m2/minggu. Metode yang digunakan untuk mengukur laju dekomposisi serasah adalah litter bag, menggunakan kantung serasah berukuran 30 x 40 cm. Daun mangrove kering seberat 35 gram dimasukkan ke dalam kantong serasah lalu diikat di bawah pohon mangrove. Pengambilannya dilakukan 15 hari sekali dengan lama pengambilan 60 hari. Penentuan kadar karbon organik, nitrogen, dan fosfor dilakukan pada contoh daun kering yang telah terurai di Laboratorium Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. marina memiliki produktivitas serasah tertinggi yaitu 26,5 ton/ha/tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas serasah yaitu kerapatan pohon dan curah hujan. Laju dekomposisi A. marina (k = 0,146) lebih tinggi dibandingkan jenis tumbuhan lain. Selama periode pelapukan serasah jenis Avicennia marina, unsur N dan P yang dilepas semakin banyak dengan semakin lamanya pelapukan serasah tersebut, sebaliknya untuk unsur C. Pelepasan unsur hara ke perairan secara berturut turut yaitu P>N>C. Kata kunci : produktivitas serasah, dekomposisi serasah, ekosistem mangrove Mangunharjo The mangrove ecosystem has an important role to the decomposition rate. Therefore, research on the decomposition rate of litters in Mangunharjo, was necessary to be conducted. This research is expected to provide information and overview on decomposition rate of litters as the biggest contributor to the fertility of estuaries and coastal waters. The aims of this study were to measure the productivity, decomposition rate, and to analyze the nutrient content released (C organic, N, and P) from litters during decomposition process and diversity species in The mangrove ecosystem in Mangunharjo. The method was followed line transect for vegetation analysis. The method used to measure litter productivity was litter-trap with a size of 1 x 1 m2. Liiter from 6 litter trap was collected every two weeks for two months. Mangrove components such as leaves, then their weights were measured, and dried at 80 °C to constant weight using units of grams/m2/week. The litter decomposition rate was measured using litter bag with a size of 30 x 40 cm. An amount of 35 g dry leaves were placed in the litter bag and then tied on the steam or roots of the mangrove. Extraction was conducted for 15 days with observation period of 60 days. Determination of organic carbon, nitrogen, and phosphorus contents was conducted on dried leaves sample that have been decomposed in the Terpadu Laboratory. The result showed that A.marina was the highest litter productivity produced by the leaves was 26,5 ton/ha/year. Factors that affected the litterfall productivity were tree density and rainfall. The decomposition rate of A. marina (k = 0.146) is higher than that of other plant species. During the weathering period of the Avicennia marina type litter, the N and P elements released more and more with the duration of the litter weathering, in contrast to the C element. The release of nutrients into the waters in a row is P> N> C. Keywords : litter decomposition, litter productivity, Mangunharjo mangrove ecosystem

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:produktivitas serasah, dekomposisi serasah, ekosistem mangrove Mangunharjo
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:School of Postgraduate > Master Program in Environmental Science
ID Code:74936
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:31 Jul 2019 11:34
Last Modified:31 Jul 2019 11:34

Repository Staff Only: item control page