PENGARUH PEMBERIAN KETAMIN DOSIS INDUKSI DAN ANALGESI TERHADAP KAPASITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG INTRA PERITONEAL MENCIT BALB/C YANG TERPAPAR LIPOPOLISAKARIDA

Winarto , Dedi (2009) PENGARUH PEMBERIAN KETAMIN DOSIS INDUKSI DAN ANALGESI TERHADAP KAPASITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG INTRA PERITONEAL MENCIT BALB/C YANG TERPAPAR LIPOPOLISAKARIDA. Undergraduate thesis, Medical faculty.

[img]
Preview
PDF
717Kb

Official URL: http://www.fk.undip.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Ketamin suatu antagonis dari reseptor N-methyl-D-aspartat, sering digunakan sebagai obat anestesi karena mempunyai efek sedasi dan analgesi kuat. Penelitian terbaru menunjukkan ketamin dapat menurunkan kapasitas fagositosis makrofag lewat jalur supresi langsung terhadap sitokin TNF-α dimana sitokin TNF-α berperan besar sebagai aktivator makrofag. Selain itu ketamin dapat menghambat aktivasi NF-кB melalui penekanan degradasi IкB-α dan translokasi NF-кB pada sel makrofag. NF-кB merupakan faktor transkripsi yang akan memicu produksi sitokin proinflamasi. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pemberian ketamin 0,1, 0,2 dan 0,4 mg/kgBB intravena pada mencit yang disuntik LPS intraperitoneal terhadap penurunan kapasitas fagositosis makrofag intraperitoneal. Metode : Jenis penelitian eksperimental dengan desain the post test only control group. Sampel penelitian 20 ekor mencit balb/c jantan. Mencit dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok Kontrol (tidak diberi ketamin), kelompok Perlakuan 1,2,3 berturut-turut diberi ketamin 0,1 mg intravena; 0,2 mg intravena; dan 0,4 mg intravena. Sebelum penyuntikan ketamin, masing-masing kelompok disuntikkan Lipopolisakarida 20 mg/kgBB intraperitoneal. Hasil : rerata kapasitas fagositosis makrofag untuk masing-masing kelompok : Kontrol = 33,20; Perlakuan 1 = 19,80; Perlakuan 2 = 13,20; Perlakuan 3 = 11,20. Hasil uji statistik antar kelompok didapatkan perbedaan yang bermakna antara seluruh kelompok (p<0,001). Uji beda antar kelompok yang mempunyai perbedaan bermakna adalah : K-P1 (p<0,001), K-P2 (p<0,001), K-P3 (p<0,001),P1- P2 (p = 0,028), P1-P3 (p = 0,006). Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antara P2-P3 (p=0,475). Kesimpulan : Pemberian ketamin dosis 0,1 mg, 0,2 mg dan 0,4 mg intravena menunjukkan perbedaan bermakna pada kapasitas fagositosis makrofag intraperitoneal dibanding kontrol pada mencit yang diberi Lipopolisakarida. Pada penelitian ini juga disimpulkan bahwa pemberian ketamin dosis 0,2 mg intravena merupakan dosis yang efektif untuk menurunkan kapasitas fagositosis makrofag intraperitoneal pada mencit yang diberi Lipopolisakarida.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Ketamin, lipopolisakarida, fagositosis makrofag
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:7493
Deposited By:Mr. Kedokteran Admin
Deposited On:22 Mar 2010 11:02
Last Modified:22 Mar 2010 11:02

Repository Staff Only: item control page