ELEKTROLISIS SENYAWA KURKUMIN DALAM SISTEM ETANOL: SUATU KAJIAN AWAL

Nawatuttuqoh, Nawatuttuqoh (2008) ELEKTROLISIS SENYAWA KURKUMIN DALAM SISTEM ETANOL: SUATU KAJIAN AWAL. In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
129Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Sintesis dengan pendekatan elektrokimia lebih menguntungkan daripada reaksi kimia biasa. Salah satu sintesis yang dapat dilakukan adalah reduksi senyawa kurkumin menjadi senyawa baru dengan manfaat yang lebih. Senyawa kurkumin telah banyak digunakan dalam bidang pangan dan bidang farmasi. Dalam bidang kimia sendiri, kurkumin dapat digunakan sebagai pereduksi logam dan pengkhelat ion-ion logam. Aktivitas kurkumin yang luas ini disebabkan oleh adanya gugus β-diketon. Atas dasar inilah, dilakukan sintesis senyawa baru dengan mereduksi kurkumin, dengan adanya gugus β-diketon memungkinkan untuk dilakukan reduksi terhadap gugus tersebut secara elektrokimia menjadi bentuk dimer atau produk lain pada kondisi jumlah elektron dan pH tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk reduksi senyawa kurkumin dengan pendekatan elektrokimia sehingga dapat memperluas pemanfaatan kurkumin dalam bidang kimia dan sintesis. Dalam proses elektrolisis ini, dilakukan variasi elektroda dan pH, dengan harapan dapat digunakan sebagai referensi dalam sintesis selanjutnya agar lebih optimal. Pelarut yang dipilih adalah etanol, sedangkan elektroda yang dipakai adalah Cu dan C, pengaturan pH dilakukan pada pH 1 dan 4. Untuk mengetahui potensial aplikasi yang akan dipakai, dilakukan elektrolisis dengan variasi potensial mulai dari 0 volt dinaikkan tiap 5 menit sampai 4,0 volt. Potensial aplikasi yang diperoleh digunakan untuk elektrolisis selanjutnya yaitu untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Elektrolisis ini dilakukan selama 2 jam sehingga didapatkan endapan yang kemudian dianalisis dengan FTIR. Dari data yang diperoleh, didapatkan besar potensial aplikasi sebesar 2,0 volt untuk pH 1 dan 1,8 volt untuk pH 4. Elektron yang terlibat untuk pH 1 adalah satu elektron dan untuk pH 4 adalah 3 elektron. Data ini kemudian dicek silang dengan hasil analisis FTIR. Dari data-data tersebut disimpulkan bahwa produk Pc-1 (dihasilkan pada pH 1) merupakan senyawa pinakol sedangkan Pc-2 (dihasilkan pada pH 4) merupakan senyawa siklis

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:7474
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:19 Mar 2010 14:38
Last Modified:19 Mar 2010 14:38

Repository Staff Only: item control page