PENDEPOSITAN KALSIUM FOSFAT DALAM MATRIKS SELULOSA BAKTERIAL UNTUK MENGHASILKAN KOMPOSIT SELULOSA BAKTERIAL-KALSIUM FOSFAT (SB-CaP)

Leonardus, Mario (2008) PENDEPOSITAN KALSIUM FOSFAT DALAM MATRIKS SELULOSA BAKTERIAL UNTUK MENGHASILKAN KOMPOSIT SELULOSA BAKTERIAL-KALSIUM FOSFAT (SB-CaP). In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
87Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Hidroksiapatit [Ca10(PO4)6(OH)2] dan trikalsiumfosfat [Ca3(PO4)2] dapat digunakan sebagai material implan tulang karena bersifat biokompatibel dan bioaktif, tetapi memiliki kekuatan mekanik yang rendah. Sehingga diperlukan material pendukung yang bersifat biokompatibel, biodegradabel dan memiliki sifat mekanik yang tinggi. Selulosa bakterial merupakan selulosa murni yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri Acetobacter xylinum, berbentuk hidrogel bersifat elastis, dapat terbiodegradasi dan memiliki kekuatan mekanik yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mendepositkan kalsim fosfat dalam matriks selulosa bakterial sehingga menghasilkan komposit selulosa bakterial-kalsium fosfat (SB-CaP) dan mengetahui pengaruh waktu perendaman dalam larutan KH2PO4 terhadap pembentukan kalsium fosfat di dalam matriks selulosa bakterial. Pembentukan komposit kalsium fosfat dengan selulosa bakterial dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu: sintesis selulosa bakterial, pembentukan kalsium fosfat dan pendepositan kalsium fosfat di dalam selulosa bakterial. Pembentukan kalsium fosfat dilakukan dengan mereaksikan CaCl2.2H2O 1 M dan KH2PO4 0,6 M selama 18 jam pada suhu 90 0C. Pendepositan dilakukan dengan merendam selulosa bakterial di dalam larutan CaCl2.2H2O 1 M selama 18 jam pada suhu 90 0C, selanjutnya direndam dalam larutan KH2PO4 0,6 M pada pH 9 dan suhu 90 0C dengan variasi waktu 3-18 jam. Komposit selulosa bakterial dengan kalsium fosfat yang dihasilkan dianalisis menggunakan FTIR, UV-Vis dan AAS. Spektra FTIR yang menunjukkan serapan pada 601,79 cm-1, 563,21 cm-1 menyatakan terbentuknya senyawa hidroksiapatit pada selulosa bakterial. Hal ini diperkuat oleh data XRD yaitu: 26,2945; 29,7861; 32,0775; 36,2497; 39,7650; 43,4443; 46,9663; 47,8974; 48,8658. Literatur Richard dan Ronald (1971) menunjukkan terbentuknya trikalsium fosfat pada selulosa bakterial. Data AAS dan UV-Vis menunjukkan bahwa waktu perendaman tidak mempengaruhi pembentukan kalsium fosfat pada selulosa bakterial. Hal ini menunjukkan senyawa kalsium fosfat yang terbentuk pada selulosa bakterial terdiri dari lebih dari dua jenis bentuk senyawa.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:7472
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:19 Mar 2010 14:19
Last Modified:19 Mar 2010 14:19

Repository Staff Only: item control page