PENGARUH PERLAKUAN HCl PADA KRISTALINITAS DAN KEMAMPUAN ADSORPSI ZEOLIT ALAM TERHADAP ION Ca2+

Listiana, Listiana (2008) PENGARUH PERLAKUAN HCl PADA KRISTALINITAS DAN KEMAMPUAN ADSORPSI ZEOLIT ALAM TERHADAP ION Ca2+. In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
25Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Zeolit merupakan senyawa tetrahedral aluminosilikat yang memiliki struktur kerangka tiga dimensi dengan rongga di dalamnya dan luas permukaan yang besar sehingga zeolit dapat dimanfaatkan sebagai adsorben. Zeolit keberadaannya di Indonesia sangat melimpah dan harganya murah, namun memiliki kemampuan adsorpsi yang rendah sehingga perlu ditingkatkan. Proses aktivasi menggunakan asam (HCl) dengan konsentrasi bervariasi diharapkan mempengaruhi kristalinitas dan rasio Si/Al zeolit alam, selanjutnya meningkatkan kemampuan adsorpsi terhadap ion Ca2+. Aktivasi zeolit alam dilakukan dengan metode Filho yakni merefluks zeolit dengan KMnO4 0,5 M dan HCl (1:1) selama 4 jam pada suhu 80o C. Variasi konsentrasi HCl yang digunakan adalah 4 M (AZ1), 6 M (AZ2), 8 M (AZ3) dan 10 M (AZ4). Karakterisasi zeolit dengan Difraksi Sinar-X untuk mengidentifikasi komposisi mineral penyusun utama zeolit dan tingkat kristalinitasnya, sedangkan analisis AAS untuk mengetahui rasio Si/Al dan jumlah ion Ca2+ teradsorpsi. Zeolit yang sudah diaktivasi digunakan untuk mengadsorpsi ion logam kalsium menggunakan sistem Shaker pada variasi waktu 5,15, 60, 90 dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa Zeolit alam Bayah mempunyai komponen utama tipe Mordenit dan Klinoptilolit. Peningkatan konsentrasi HCl untuk aktivasi zeolit cenderung menyebabkan penurunan kristalinitas NZ, AZ1, AZ2, AZ3 dan AZ4 yakni 100%; 101,10%; 91,91%; 84,93% dan 77,45%. Peningkatan konsentrasi HCl untuk aktivasi zeolit menyebabkan peningkatan nilai rasio Si/Al. Prosentase adsorpsi ion logam Ca2+ dari konsentrasi mula-mula 698 ppm (pada waktu 60 menit) untuk zeolit alam (NZ), zeolit teraktivasi AZ1, AZ2, AZ3, dan AZ4 berturut-turut adalah 10,75 %; 20,91%; 14,61%; 19,63% dan 24,07%. Hasil ini menunjukkan bahwa kecenderungan penurunan kristalinitas zeolit mengakibatkan kemampuan adsorpsi zeolit terhadap ion Ca2+ relatif mengalami peningkatan.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:7471
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:19 Mar 2010 14:08
Last Modified:19 Mar 2010 14:08

Repository Staff Only: item control page