STUDI AWAL EFEK PAPARAN PLASMA LUCUTAN KORONA TERHADAP KARAKTERISTIK MINYAK IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac.)

Kholidah, Kholidah (2008) STUDI AWAL EFEK PAPARAN PLASMA LUCUTAN KORONA TERHADAP KARAKTERISTIK MINYAK IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac.). In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
24Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menentukan efek yang ditimbulkan paparan plasma terhadap perubahan sifat fisika dan kimia minyak ikan gurame (Osphronemus gouramy Lac.). Teknologi plasma memungkinkan terjadinya suatu reaksi kimia karena keberadaan elektron berenergi tinggi, selain itu teknologi plasma juga mempunyai spektrum aplikasi yang luas sehingga dimungkinkan dapat digunakan sebagai teknologi baru untuk mengolah minyak ikan menjadi bahan yang lebih bermanfaat. Sedangkan ikan gurame sendiri merupakan jenis ikan air tawar yang belum banyak diteliti kandungan asam lemak penyusunnya, mudah dibudidayakan dengan tempat pembudidayaan yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, serta produksinya yang cukup besar. Minyak ikan gurame diperoleh melalui metode ekstraksi soxhlet dengan pelarut kloroform. Sebagian minyak ikan yang diperoleh, dipapar plasma dengan cara memasukkan 10 mL minyak ikan tersebut ke dalam petridish (ketebalan ± 1 mm), kemudian di letakkan dalam reaktor plasma. Pemaparan plasma dilakukan selama 20 menit dengan menggunakan plasma non termal dengan jenis lucutan korona positif yang dibangkitkan pada tekanan atmosfer dengan sistem pembangkit plasma yang berkonfigurasi geometri elektroda titik-bidang dengan tegangan 9,2 kV DC. Efek yang ditimbulkan paparan plasma tersebut dipelajari dengan melakukan karakterisasi terhadap minyak ikan yang tidak dipapar plasma dan minyak ikan yang telah dipapar plasma selama 20 menit. Dari hasil karakterisasi diketahui bahwa minyak ikan gurame yang tidak dipapar plasma mempunyai densitas sebesar 0,9673 g/mL, viskositas sebesar 21,89 cP, bilangan penyabunan sebesar 354,61 mg KOH/g minyak, bilangan asam sebesar 51,19 mg KOH/g minyak, bilangan iod sebesar 60,38 g iod/100 g minyak, LC50 sebesar 25,721 ppm dan kandungan asam lemaknya meliputi asam miristat (14:0) 2,41%, asam palmitoleat (16:1) 5,14%, asam palmitat (16:0) 27,89%, asam oleat (18:1) 48,1%, dan asam stearat (18:0) 7,94%. Sedangkan minyak ikan gurame yang telah dipapar plasma mempunyai densitas sebesar 0,9899 g/mL, viskositas sebesar 38,95 cP, bilangan penyabunan sebesar 235,08 mg KOH/g minyak, bilangan asam sebesar 53,16 mg KOH/g minyak, bilangan iod sebesar 52,65 g iod/100 g minyak, LC50 sebesar 45,877 ppm dan kandungan asam lemaknya meliputi asam miristat (14:0) 2,43%, asam palmitoleat (16:1) 5,37%, asam palmitat (16:0) 27,66%, asam oleat (18:1) 46,55% dan asam stearat (18:0) 8,45%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa paparan plasma selama 20 menit dapat menyebabkan pemutusan ikatan gliserida, mengurangi ketidakjenuhan asam lemak penyusun minyak ikan gurame, mengurangi sifat toksisitas minyak ikan gurame, dan menyebabkan perubahan kelimpahan relatif asam-asam lemak penyusun minyak ikan gurame secara tidak signifikan.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:7470
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:19 Mar 2010 14:04
Last Modified:19 Mar 2010 14:04

Repository Staff Only: item control page