DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK DI KECAMATAN PASAR KLIWON KOTA SURAKARTA

Senoaji, M. Husen and Oktiawan, Wiharyanto and Junaidi, Junaidi (2019) DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK DI KECAMATAN PASAR KLIWON KOTA SURAKARTA. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
65Kb

Abstract

ABSTRAK Detail Engineering Design (DED) Instalasi Pengolahan Air Limbah Batik di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta M. Husen Senoaji, Wiharyanto Oktiawan, Junaidi Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta merupakan salah satu lokasi sentra produksi batik di Indonesia. Sebagian besar produksi batik di Kecamatan Pasar Kliwon adalah batik jenis sablon yang menggunakan zat warna sintetis dalam produksinya. Sisa zat warna dari proses pembilasan akan menjadi salah satu sumber air limbah dan sumber pencemar terutama pada badan air jika tidak diolah terlebih dahulu. Namun, dikarenakan sebagian besar rumah produksi merupakan Industri Kecil Menengah (IKM) dan tidak mampu untuk mengolah limbahnya sendiri, sehingga perlu dilakukan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal oleh pemerintah setempat. Perencanaan dimulai dengan pengumpulan data primer seperti volume air limbah, jumlah industri dan lokasi industri serta karakteristik limbah. Untuk data sekunder didapatkan dari literatur dan wawancara. Kemudian dilakukan pemilihan unit pengolahan dengan metode penilaian sederhana berdasarkan beberapa faktor terkait. Hasil survei dan analisis data terdapat total 33 industri batik di Kecamatan Pasar Kliwon, perencanaan IPAL dimungkinkan melayani 17 industri atau melayani 52% dari seluruh industri dengan penyaluran air buangan secara gravitasi tanpa pompa. Debit yang dihasilkan oleh 17 industri tersebut adalah 274,9 m3/hari. Kandungan pencemar pada limbah batik yang tidak memenuhi baku mutu adalah TSS, BOD, COD serta minyak dan lemak. Hasil analisis karakteristik limbah masih dimungkinkan untuk dilakukan pengolahan air limbah secara biologis. Proses yang diterapkan adalah proses anaerobik-aerobik dengan unit yang digunakan adalah oil trap, ekualisasi, anaerobic baffled reactor, bak aerasi dan sedimentasi serta dilengkapi dengan sludge drying bed. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAL berkisar Rp. 1.900.283.771, dan dibutuhkan pula biaya operasional berkisar Rp. 2.792.412 per bulan serta biaya perawatan Rp. 3.350.000 per tahun. Untuk mencapai nilai IRR 10,41 % diperlukan iuran dari pemilik usaha Rp. 3100 per m3 Kata kunci: Detail Engineering Design, IPAL, Air Limbah Batik, Proses Biologis

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
ID Code:74639
Deposited By:Ms teknik lingkungan
Deposited On:23 Jul 2019 14:01
Last Modified:23 Jul 2019 14:01

Repository Staff Only: item control page