Analisa Tarif Jalan Tol Cabang Semarang berdasarkan Biaya Operasi Kendaraan dan Willingness To Pay (Studi Kasus Seksi C Ruas Jangli–Kaligawe-Gayamsari)

Suliantoro, Hery and Bakhtiar, Arfan and Wulandari, Annisa (2008) Analisa Tarif Jalan Tol Cabang Semarang berdasarkan Biaya Operasi Kendaraan dan Willingness To Pay (Studi Kasus Seksi C Ruas Jangli–Kaligawe-Gayamsari). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
26Kb

Abstract

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengupayakan pembangunan jalan tol untuk mengantisipasi kemacetan tiap harinya. Jalan tol merupakan jalan alternatif, sehingga bagi masyarakat yang memilih jalan tol, biaya yang dikeluarkan akan memberikan nilai lebih berupa penghematan dalam biaya operasi kendaraan, waktu, kenyamanan, dan fasilitas yang lebih baik. Penentuan tarif pada dasarnya dipengaruhi oleh biaya operasi kendaraan dan Willingness To Pay. Dari hasil penelitian besarnya biaya operasional di jalan tol lebih murah dibanding di jalan non tol Dengan dilakukan perhitungan biaya operasi kendaraan ini, maka dapat diketahui seberapa besar efektifitas penggunaan jalan tol sebagai solusi untuk mengatasi berbagai kendala dalam berkendara. Selain itu, jalan tol sebagai suatu jasa publik yaitu jasa transportasi jalan pada penentuan tarifnya selama ini selalu diupayakan memenuhi kepentingan semua pihak yang terlibat yaitu operator, pengguna dan regulator. Khususnya untuk kepentingan pengguna jalan tol yang menyangkut kemauan (willingness) membayar tarif tol sampai saat ini masih diukur dengan sederhana sehingga terkadang menimbulkan perbedaan mengenai kepantasan besarnya tarif dari sisi kepentingan penggunanya. Untuk itu dirasakan perlu dibuat suatu cara atau pendekatan willingness to pay (WTP) tarif tol yaitu suatu tarif yang mau dan mampu dibayar oleh penggunanya. PT. Jasa Marga(Persero) Tbk as state- owned firm strives to build highways to avoid the traffic jams everyday. Highways are alternative rutes, so the people prefer them. The paying cost will givemore value in the eficiency of operational vehicle cost, time, comfort and better facility. The fare determination is basically influenced by operational vehicles cost and willingness to pay. From the research outcome, the amount of the operational cost in highways is cheaper than therefore it can be known how great the effectifity of the highways usage as a solution to overcome various obstacles in riding vehicles. Besides highways as a public service ie road transportation service, the traffic determination all this time is always attemted to meet the importance of all sides involved, that is the operator, user, and regulator. In particular for the importance of highways user relating to the willingness to pay highways fare until now is still measured in simple way, so that sometimes causes the distinction in properness of the fare amount from the side of the user importance. That’s way it is necessary to make a way or approach of willingness to pay (WTP) of highways fare, that is a fare that will and can be paid by the user

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Kata kunci : tarif, biaya operasional kendaraan, willingness to pay Keywords: fare, operational vehicles cost, willingness to pay
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7455
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:19 Mar 2010 09:56
Last Modified:19 Mar 2010 09:56

Repository Staff Only: item control page