PENGOLAHAN AIR MINUM MENGGUNAKAN KOMBINASI TEKNOLOGI OZON DAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI STUDI KASUS : WADUK PENDIDIKAN DIPONEGORO, SEMARANG

Syafril, Chyntya and Susanto, Heru and Istirokhatun, Titik (2019) PENGOLAHAN AIR MINUM MENGGUNAKAN KOMBINASI TEKNOLOGI OZON DAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI STUDI KASUS : WADUK PENDIDIKAN DIPONEGORO, SEMARANG. Undergraduate thesis, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Submitted Version
9Mb

Abstract

ABSTRAK Waduk Pendidikan Diponegoro berpotensi sebagai pensuplai air bersih, namun hingga saat ini belum ada instalasi pengolahan air waduk disekitarnya. Pengolahan air waduk saat ini masih menggunakan teknologi konvensional yang membutuhkan lahan besar. Sehingga perlu teknologi alternatif lain seperti teknologi membran. Teknologi membran memiliki banyak keunggulan seperti compact, modular dan mudah dioperasikan. Sayangnya, efisiensi kinerja membran dibatasi terjadinya fouling. Fouling adalah penumpukan kontaminan di permukaan membran yang dapat menghambat proses jalannya filtrasi. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk minimasi fouling yaitu dengan penerapan pengolahan pendahuluan, seperti dengan teknologi ozon. Teknologi ozon dinilai mampu mengurangi bobot molekul, sehingga beban filtrasi membran terkurangi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja teknologi ozon dan membran ultrafiltrasi dalam menyisihkan parameter Warna, Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS) serta Kekeruhan. Penelitian ini mengkaji pengaruh waktu kontak ozon (0, 5, 10, 15, 30) menit, perbedaan konsentrasi umpan dan perbedaan jenis air umpan. Potassium Hexachloro Platinate (K2PtCl6) sebagai model zat warna, Aluminium Silikat Hidrat (Al2O3.2SiO4.2H2O) sebagai model padatan terlarut, dan Pottasium Hydrogen Pthtalate (C8H5KO4) sebagai model zat organik. Zat warna, padatan terlarut dan zat organik dilarutkan ke dalam air suling. Kemudian, larutan umpan dikontakan dengan ozon lalu dipompa melewati membran ultrafiltrasi. Hasil menunjukkan bahwa waktu kontak ozon optimum pada menit ke 15. Hal ini dibuktikan dengan nilai fluks dan penurunan pengolahan. Pada hasil pengujian variasi konsentrasi, umpan dengan konsentrasi terendah menunjukkan penurunan tertinggi. Sedangkan, pada pengujian perbedaan jenis air, umpan air asli memberikan hasil penurunan fluks tertinggi dan penurunan terendah. Hal ini menunjukkan terbentuknya cake layer pada permukaan membran. Penurunan tertinggi pada waktu kontak 15 menit dihasilkan untuk TSS tersisih 100%, warna tersisih sebanyak 95,31%, COD tersisih sebanyak 99,89%, BOD tersisih sebanyak 99,89% dan Kekeruhan tersisih sebanyak 99,42%. Kata Kunci : Air Permukaan, Membran Ultrafiltrasi, Ozonasi, Warna, COD, BOD, TSS, Kekeruhan

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
ID Code:73967
Deposited By:nur kholis geodesi undip
Deposited On:11 Jul 2019 11:06
Last Modified:11 Jul 2019 11:08

Repository Staff Only: item control page