Analisa Berat Beban pada Kuli Angkut dari Aspek Biomekanika (Studi Kasus Pada Kuli Angkut Pasar Beras Dargo Semarang )

Pujotomo, Darminto and Karnaningsih, Siti (2009) Analisa Berat Beban pada Kuli Angkut dari Aspek Biomekanika (Studi Kasus Pada Kuli Angkut Pasar Beras Dargo Semarang ). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
21Kb

Abstract

Kuli angkut yang ada di Pasar beras Dargo Semarang merupakan salah satu profesi yang mempunyai aktivitas utama pemindahan material secara manual (Manual Material Handling/ MMH). MMH memerlukan kekuatan fisik pekerja yang apabila tidak dilakukan dengan benar akan menimbulkan kemungkinan cedera kerja pada manusia. Berat beban yang diangkut oleh kuli angkut pada saat bekerja adalah 50 kg dan 75 kg. Para kuli memindahkan beban ( beras) dengan berjalan kaki dari dalam kios menuju kendaraan angkut atau sebaliknya dengan jarak 20 meter – 50 meter, setiap hari dengan durasi kerja yang sangat lama, yaitu mencapai lebih dari 6 jam. Dalam 1 jam, para kuli angkut ini mampu memindahkan beban tidak lebih dari 10 kali. Sedangkan untuk waktu istirahat, para kuli angkut ini kurang memperhatikan, mereka akan istirahat jika beban yang harus mereka pindahkan telah habis. Mengangkat (loading), mengangkut (carrying) dan menurunkan (unloading) beban yang dibawa memerlukan kekuatan fisik dan cara yang benar karena dapat menimbulkan cedera kerja. Cedera kerja yang sering dialami oleh kuli angkut Pasar Beras Dargo Semarang adalah terutama pada bagian punggung bawah, bahu dan leher serta pada kaki. Dengan menghitung besarnya gaya kompresi yang terjadi di punggung, maka akan dapat diketahui apakah beban kerja yang ada selama ini membahayakan atau tidak. Dalam penelitian ini berdasarkan dua kategori berat beban (50 kg dan 75 kg) dan dengan berjalan sejauh 50 meter didapatkan hasil gaya kompresi pada L5/S1 sebesar 3,73 KN dan 4,7 KN. Hasil gaya kompresi tersebut berada diatas batasan gaya kompresi yang menggambarkan suatu resiko Low Back Pain yang telah direkomendasikan oleh NIOSH (3,4 KN). Oleh karena itu diperlukan tindakan khusus dalam kasus ini, misalnya dengan penggunaan alat bantu ( Hand Truck), karena dengan alat bantu, gaya dikeluarkan oleh para kuli angkut jauh lebih kecil yaitu 0,704 KN (untuk beban 50 kg) dan 0,904 KN (untuk beban 75 kg). Sedangkan untuk aktivitas angkatnya juga masih kurang baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya nilai RWL yang dibawah berat beban yang diangkat dan nilai LI yang lebih dari 1.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Kata kunci : Kuli Angkut, Berat Beban, Biomekanika, Gaya Kompresi
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7383
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:12 Mar 2010 14:59
Last Modified:12 Mar 2010 14:59

Repository Staff Only: item control page