POTENSI NILAI KALOR SAMPAH PRODUK PROSES BIODRYING SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Studi Kasus: Sampah TPA Jatibarang Kota Semarang

Cita Fiki, Anindi (2019) POTENSI NILAI KALOR SAMPAH PRODUK PROSES BIODRYING SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Studi Kasus: Sampah TPA Jatibarang Kota Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
65Kb

Abstract

ABSTRAK Pada tahun 2017, sebagian timbulan sampah Kota Semarang (800-900ton/hari) masuk ke TPA Jatibarang yang didominasi oleh sampah mudah terbakar dengan komposisi 12,36% sampah serasah daun, 14,74% sampah kertas, 15,49% sampah plastik, dan 31,60% sampah sisa makanan. Sampah mudah terbakar memiliki nilai proksimat yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif melalui recoveri energi melalui metode biodrying. Sampah mudah terbakar TPA Jatibarang mengandung kadar air 66,05% diolah menggunakan reaktor biodrying yang diberikan debit aerasi 6l/m selama 21 hari. Suhu puncak proses biodrying dicapai pada hari pertama yaitu 58⁰C. Terjadi penurunan kadar air menjadi 44,65% pada hari ke-21. Nilai kalor tertinggi dicapai pada hari ke-21 yaitu 6.049 cal/gr dengan peningkatan sebesar 28%. Produk biodrying TPA Jatibarang memiliki potensi 138% untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar batubara industri di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga tahun 2019. Potensi pemenuhan 100% dicapai pada bulan ke-6 tahun 2030 dengan jumlah produk biodrying sebesar 638.370ton dan jumlah kebutuhan bahan bakar 637.638ton. Kata kunci : Biodrying, Nilai Kalor, Energi Alternatif ABSTRACT In 2017, some solid waste produced in Semarang (800-900ton/day) entered Jatibarang landfill dominated by combustible waste with 12,36% leaf waste, 14,74% paper waste, 15,49% plastic waste, and 31,60% food waste. Combustible waste has a proximately value that can be used as alternative energy through energy recovery with bio-drying method. Jatibarang landfill combustible waste contains 66,05% moisture content, which is processed by using a bio-drying reactor and given an aeration discharge of 6l/m for 21 days. The peak temperature of the bio-drying process at the first day is 58⁰C. There was a decrease in water content to 44.65% on the 21st day. The highest calorific value was achieved on 21st day of 6,049 cal/gr with an increase of 28%. The bio-drying product of Jatibarang Landfill has 138% potential to industrial coal fuel consumption in Semarang City, Semarang Regency, Demak Regency, Kendal Regency and Salatiga City in 2019. 100% potential is achieved in the 6th month of 2030 with the amount of bio-drying products of 638,367 tons and total fuel requirements of 637,638 tons. Keywords: : Biodrying, Calorific Value, Alternative Energy

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
ID Code:73827
Deposited By:Ms teknik lingkungan
Deposited On:08 Jul 2019 11:03
Last Modified:08 Jul 2019 11:03

Repository Staff Only: item control page