Analisis Finansial untuk Pemilihan Trayek Bus Dalam Kota (Studi Kasus di PO. Bangkit Mulia)

Prastawa, Heru and Sriyanto, ST,MT and Hernadi, Apriliyanto (2009) Analisis Finansial untuk Pemilihan Trayek Bus Dalam Kota (Studi Kasus di PO. Bangkit Mulia). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
26Kb

Abstract

Perusahaan Otobus (PO) Bangkit Mulia merupakan salah satu perusahaan angkutan umum swasta yang berinvestasi untuk angkutan umum jenis bus dalam kota Semarang. PO. Bangkit Mulia akan melakukan penambahan ataupun pengurangan armada. Untuk saat ini PO. Bangkit Mulia memiliki 4 trayek yang beroperasi, antara lain jurusan Terboyo – Kuasen, Terboyo – Pudak Payung, Terboyo – Cangkiran, dan Mangkang – Terboyo. Setiap trayek tersebut memiliki nilai investasi yang berbeda-beda, maka dari itu perlu untuk melakukan evaluasi investasi pada setiap trayek yang telah dilakukan oleh PO. Bangkit Mulia. Kemudian dari keempat trayek tersebut akan dianalisis dengan mencari kriteria kelayakan investasi yang meliputi Payback Period, NPV, IRR dan Profitability Index. Dari evaluasi tersebut akan dianalisis pemilihan trayek yang dinilai layak secara ekonomis dengan membandingkan hasil analisis aspek finansial setiap trayek guna memberikan rekomendasi untuk penambahan dan atau pengurangan jumlah armada yang beroperasi pada setiap trayek. Dari setiap kriteria investasi mempunyai prioritas kelayakan yang berbeda-beda. Untuk PayBack Period, mempunyai urutan prioritas dari Terboyo – Pudak Payung mempunyai tingkat pengembalian paling cepat, diikuti trayek Terboyo – Mangkang, trayek Terboyo – Kuasen Rejo, dan yang terakhir trayek Terboyo – Cangkiran. Nilai NPV untuk setiap trayek positif, dari hasil tersebut mempunyai urutan prioritas dari NPV yang paling besar, yaitu trayek Terboyo – Pudak Payung, trayek Terboyo – Cangkiran, trayek Terboyo – Mangkang, dan yang terakhir trayek Terboyo – Kuasen Rejo. Nilai IRR yang didapat untuk investasi masing-masing trayek ini secara urutan prioritas yaitu trayek Terboyo – Pudak Payung, trayek Terboyo – Cangkiran, trayek Terboyo Mangkang, dan yang terakhir trayek Terboyo – Kuasen Rejo. Nilai indeks yang didapatkan dari seluruh trayek lebih dari 1 (PI>1), maka dengan urutan prioritas mulai dari indeks yang terbesar yaitu trayek Terboyo – Mangkang, trayek Terboyo – Cangkiran, trayek Terboyo – Pudak Payung, dan yang terkecil yaitu trayek Terboyo – Kuasen Rejo. Pada situasi tersebut diatas, jika tidak ada persoalan keterbatasan dana pada tingkat biaya modal yang konstan, maka kriteria NPV merupakan kriteria yang terbaik, karena kriteria ini selalu mengarah pada proses maksimalisasi aliran kas masuk perusahaan dengan memperhitungkan faktor tingkat suku bunga untuk meminimalisasi resiko investasi. Trayek yang mempunyai nilai NPV terbesar merupakan trayek yang terbaik.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords: Kata kunci :Paybck Period, NPV, IRR, Profitability Index.
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7371
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:12 Mar 2010 11:11
Last Modified:12 Mar 2010 11:11

Repository Staff Only: item control page