SIGNIFIKANSI ARSITEKTURAL VOLKSTHEATER SOBOKARTTI KARYA THOMAS KARSTEN

Bharoto, Bharoto and Malik, Abdul and Prianto, Eddy (2019) SIGNIFIKANSI ARSITEKTURAL VOLKSTHEATER SOBOKARTTI KARYA THOMAS KARSTEN. In: SIGNIFIKANSI ARSITEKTURAL VOLKSTHEATER SOBOKARTTI KARYA THOMAS KARSTEN. Undip Press, Departemen Arsitektur Undip, pp. 1-150. ISBN 978-979-097-607-8

[img]
Preview
PDF - Published Version
3918Kb

Abstract

Secara garis besar isi buku ini terdiri dari tiga bagian. Masing-masing bagian akan membahas Gedung Volkstheater Sobokartti sesuai keter-minatan dan kemampuan tiap-tiap penulis. Bagian pertama disusun oleh Bharoto berjudul “Tradisi Tektonika Arsitektur Jawa dalam Ge-dung Volkstheater Sobokartti”. Penulis lebih menyoal penerapan tra-disi arsitektur Jawa untuk rancangan gedung teater. Tentu tidak nor-matif apabila bentuk selubung mengemas bentuk ruang yang tidak sesuai. Anggapan ini muncul karena tradisi arsitektur Jawa hanya me-ngenal tipe bangunan hunian dan bukan teater. Agar penjelasan atas persoalan tersebut tercapai, maka bagian pertama ini terbagi dalam lima sub-bagian. Introduksi merupakan eksplanasi penulis terhadap latar permasalahan. Berikutnya adalah penjelasan tentang distingsi rancangan Gedung Volkstheater Sobokartti dengan karya Thomas Karsten lainnya di Semarang. Sub-bagian ketiga merupakan uraian tentang kesejarahan sekaligus konsep Karsten tentang Gedung Volks-theater Sobokartti. Sub-bagian keempat adalah penelisikan tradisi tektonika arsitektur Jawa pada Gedung Volkstheater Sobokartti. Ter-akhir berupa kesimpulan penulis terhadap penerapan tradisi tekto-nika arsitektur Jawa pada Gedung Volkstheater Sobokartti. Bagian kedua dari buku ini disusun oleh Abdul Malik dengan judul “Figur Arsitektural Ruang Gedung Volkstheater Sobokartti dari Kaca-mata Proporsi Klasik”. Penulis terinsipirasi penelitian yang pernah di-lakukan sebelumnya tentang masjid-masjid bertradisi tektonika arsi-tektur Jawa. Pada penelitian tersebut penulis menemukan adanya ke-teraturan yang berawal dari suatu modul ukuran. Hal ini dapat dipa-hami mengingat konstruksi ruang bangunan vernakular Jawa berasal dari rakitan material-material alam, yaitu batang kayu. Kondisi ini se-padan dengan arsitektur vernakular lainnya yang juga menggunakan material alam. Oleh karena itu bagian kedua buku ini akan membahas pula kemungkinan adanya pola keteraturan tersebut pada ruang-ru-ang di Gedung Volkstheater Sobokartti. Secara garis besar bagian ke-dua ini tersusun dalam empat sub-bagian, yaitu pendahuluan, figur arsitektural ruang, tradisi proporsi dalam parameter estetika arsitek-tural, serta diakhiri dengan kesimpulan. Apabila dua bagian sebelumnya disusun oleh penulis yang memiliki keterminatan pada sejarah, teori, dan kritik arsitektur, maka bagian ketiga dari buku ini disusun oleh penulis yang memiliki keterminatan pada teknologi bangunan (building science). Eddy Prianto menyusun bagian ketiga dengan judul “Aplikasi Simulasi Software ECOTECT pada Gedung Volkstheater Sobokartti”. Penulis menyoal rancangan Karsten ini dengan konteks iklim tropis. Seperti diketahui bersama, rancangan Gedung Volkstheater Sobokartti di era zamannya sama sekali tidak di-dukung atau tidak membutuhkan teknologi utilitas yang unggul. Tidak terdapat pula piranti-piranti tambahan yang menunjang kenyamanan pengguna gedung ini. Keseluruhan penyelesaian arsitektural yang di-terapkan oleh Karsten hanya bertumpu pada elemen-elemen peng-konstruksi ruang saja yang respon terhadap iklim miro setempat. Oleh karenanya penulis berupaya menjelaskan dan memperbanding-kan profil kinerja rancangan arsitektural yang ada dalam mengatasi persoalan bangunan di iklim tropis (paremeter sirkulasi adara, penca-hayaan dan termal) pada era jamannya dan era jaman ‘now’. Seperti halnya dua bagian sebelumnya, maka bagian ketiga ini juga terdiri da-ri tiga bagian, yaitu pendahuluan, pembahasan, serta kesimpulan. Hasil bahasan dari masing-masing bagian tentu akan berbeda dan menunjukkan keunggulan rancangan Gedung Volkstheater Sobokarti karya Thomas Karsten. Tidak berlebihan kiranya menyebutnya de-ngan istilah keunggulan, karena gedung ini pun telah memperoleh status bangunan cagar budaya tingkat Kota Semarang. Status itu pun berlaku sejak lama melalui Surat Keputusan Walikotamadya Daerah Tingkat II Semarang no. 646/50 tanggal 4 Februari 1992. Artinya se-bagai bangunan cagar budaya sudah tentu Gedung Volkstheater So-bokartti memiliki nilai signifikan yang memberi kontribusi pada pe-ngembangan ilmu pengetahuan. Setidaknya tiga bahasan dari buku ini memberikan signifikansinya dari sisi arsitektural. Oleh karenanya juga tidak berlebihan apabila judul buku ini pun menggunakan istilah yang sama untuk menawarkan dan menunjukkan keunggulan ranca-ngan Gedung Volkstheater Sobokartti. Namun pendapat ini jangan disalahartikan bahwa signifikansi arsitekturalnya hanya sebatas baha-san pada buku ini. Salah satu tujuan pelestarian cagar budaya adalah memberikan kesempatan pada generasi yang akan datang untuk da-pat lebih mengembangkan pengetahuan melalui benda, struktur, ba-ngunan, situs, maupun kawasan cagar budaya. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan akan muncul kajian-kajian lanjut untuk mem-perdebatkan atau menemukan signifikansi arsitektural lainnya pada Gedung Volkstheater Sobokartti. Atau dapat pula bahasan buku ini memberikan gambaran prinsip arsitektural yang bisa dikembangkan lebih jauh, khususnya bagi para mahasiswa arsitektur yang tengah mengerjakan tugas studio perancangan. Akhirulsalam, penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesar-be-sarnya kepada pelbagai pihak yang ikut berperan atas tersusunnya buku ini. Rekan-rekan di Laboratorium Sejarah, Teori, dan Konservasi serta Laboratorium Teknologi Bangunan Departemen Arsitektur Fa-kultas Teknik Universitas Diponegoro yang ikut menyumbangkan sa-ran. Rekan-rekan mantan mahasiswa (angkatan 2008) yang sangat membantu survai lapangan dan pengolahan data, antara lain: Yuri Hartono, Bob Manggala, Benz Martawida, Sugiyono dan para maha-siswa yang memiliki peminatan pada sejarah, teori, kritik arsitektur: Fahmi Maulana, Hanifa Diba Subandrio, serta Rahayu Dewi Larasati. Begitu pula para mahasiswa ‘on going’ yang berminat dari aspek bu-ilding science : Cindi, Ala, Arum dan Yoga. Ketua Departemen Arsi-tektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang tidak kenal lelah memotivasi kegiatan publikasi hasil penelitian. Fakultas Teknik Uni-versitas Diponegoro yang telah membantu pendanaan kegiatan pe-nelitian pada tahun 2013 yang lalu. Sekali lagi, semoga buku ini bisa memberikan manfaat dalam diskusi karya arsitektur dan menjadi salah satu preseden solutif bagi kebuntuan publikasi penelitian-pene-litian arsitektur.

Item Type:Book Section
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:73366
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:18 Jun 2019 14:46
Last Modified:18 Jun 2019 14:46

Repository Staff Only: item control page